Puluhan Motor Hasil Razia Balap Liar Dikandangkan Di Mapolres Kediri Kota

Tribratanews.polri.go.id – Polres Kediri Kota, Satlantas Polres Kediri Kota berhasil menjaring puluhan unit motor yang tidak sesuai spesifikasi. Ini dilakukan dalam razia di Jl Ahmad Yani, Kota Kediri, dini hari kemarin (Minggu, 22/1). Razia digelar untuk mengantisipasi balap liar yang kerap terjadi.

razia berlangsung mulai pukul 00.00 hingga 02.00. Lokasinya difokuskan di depan Taman Pagora. Sasarannya, pengendara yang motornya tidak standar. Juga, tidak dilengkapi surat-surat kendaraan. Termasuk SIM dan STNK.

“Total ada 127 pelanggar yang kami jaring,” ujar Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Kediri Kota Ipda Andang Wastiyono

Rinciannya, sebanyak 53 pelanggaran karena kendaraannya tidak sesuai spesifikasi dan standar nasional Indonesia (SNI). Lalu, 64 pelanggaran karena tidak bisa menunjukkan surat izin mengemudi (SIM) dan 10 pelanggaran karena tidak bisa menunjukkan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Puluhan sepeda motor yang tidak sesuai spesifikasi dan SNI itu diamankan di halaman Mako Satlantas Polres Kediri Kota. Adapun untuk yang tidak bisa menunjukkan SIM, STNK-nya yang diamankan. Begitu pula sebaliknya. “Yang tidak bisa menunjukkan STNK, SIM-nya kami amankan,” terang Andang.

Pantauan wartawan koran ini, hingga kemarin siang, puluhan motor itu masih terparkir di halaman mako satlantas. Di antaranya karena spion dan rodanya tidak sesuai standar. Begitu pula knalpotnya. “Knalpot brong suaranya mengganggu masyarakat,” tandas Andang.

Ia menjelaskan, razia digelar untuk mencegah aksi balap liar yang kerap terjadi di jalanan Kota Kediri pada malam Minggu. Selain Jl Ahmad Yani, lokasi lain yang sering dijadikan arena adalah Jl Teuku Umar dan Jl Imam Bonjol, Ngadisimo. Juga, Jl KH Ahmad Dahlan, Mojoroto. “Nanti, spot-spot lain juga akan kami razia. Untuk kali ini baru Jalan Ahmad Yani,” jelas perwira yang hobi bermain bola voli ini.

Andang menambahkan, para pelanggar yang terjaring dini hari kemarin rata-rata adalah pelajar. Dan, kebanyakan berasal dari luar Kota Kediri yang menghabiskan malam Minggu di kota ini.

Untuk bisa mengambil kembali sepeda motor mereka, para pelanggar tersebut harus mengikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri terlebih dahulu. Setelah itu, kendaraannya harus dikembalikan ke bentuk semula yang standar. “Nanti harus dipasang dulu onderdilnya agar standar. Kalau belum standar tidak boleh diambil,” tandasnya.- DIDIK (Res Kdr Kota)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password