Wakapolda Kalbar: Hari Berkabung Daerah, Mengenang Pengorbanan Jiwa dan Raga Pahlawan 

Tribratanews.polri.go.id – Upacara Hari Berkabung Daerah adalah untuk mengenang para korban pembunuhan massal masa penjajahan Jepang, kegiatan ini sedianya dilaksanakan setiap Tahun Tanggal 28 Juni, namun saat itu pelaksanaan bertepatan dengan Perhitungan Suara Pilkada Serentak di Kalbar, maka Pemprov Kalbar memundurkan jadwalnya.

Demikian hal ini disampaikan Wakapolda Kalbar, Brigjen Dra. Sri Handayani yang mewakili Bapak Kapolda kalbar, didampingi Kapolres Landak AKBP Bowo Imantio hadir dalam kegiatan tersebut.

“Hari Berkabung Daerah Kalbar adalah untuk mengenang para korban pembunuhan massal masa penjajahan Jepang di Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengenang pengorbanan jiwa dan raga mereka sebagai pahlawan, “ungkap Wakapolda Kalbar.

25B8BF1E-6BC1-4E16-916B-C5C3F7E11A4CPejabat Gubernur Kalbar yang yang diwakili Asisten I Sekda Kalbar Drs Alexander Rombonang memimpin upacara Hari Berkabung Daerah di Makam Juang Mandor, Kabupaten Landak ini, Kamis (12/7/2018).

Setiap 28 Juni memperingati Hari Berkabung Daerah, hal itu merujuk pada peristiwa yang terjadi di 1942 hingga 1944, yakni Jepang menjajah Indonesia, dan di Kecamatan Mandor, Landak, Kalbar sendiri sedikitnya 21 ribu jiwa tewas akibat peristiwa tersebut.

Dengan banyaknya korban sebanyak 21 ribu warga Indonesia, maka kawasan Mandor ini kita jadikan Makam Juang yang harus dikenang setiap tahun.

Sejarah menyebutkan saat pendudukan Jepang di Kalbar pada 1942 hingga 1944 terjadi peristiwa pembunuhan yang dilakukan serdadu Nipon terhadap tokoh masyarakat, kaum cendekiawan, dan para pejuang rakyat tepat pada 28 Rokutgatsu 2604 atau 28 Juni 1944.

Berdasarkan data surat kabar Jepang yang terbit di Pontianak ‘Borneo Shinbun’ edisi Sabtu 1 Sigatsu 2604 atau 1 Juli 1944 disebutkan, sebanyak 21.037 jiwa korban pembunuhan massal tersebut. Mereka dikuburkan di 10 makam di Mandor.
Berdasarkan Perda nomor 5 tahun 2007 tentang peristiwa Mandor, setiap 28 juni ditetapkan sebagai Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalbar. Wajib dilaksanakan setiap tahun dengan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk merenungi dan memaknai kejuangan nasional tersebut.

Momentum ini diperingati Pemerintah Provinsi Kalbar dengan menggelar upacara dan ziarah serta tabur bunga di Makam Juang Mandor.

(dna/sw/hr)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password