Satgas Pangan Polda Banten Berhasil Ungkap Pengolahan Kikil dengan Bahan Kimia Berbahaya

Tribratanews.polri.go.id – Serang. Satgas Pangan Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten mengungkap produksi/pengolahan kikil dengan menggunakan Hidrogen Peroxida (H202) untuk menjadikan olahannya bersih dan tahan lama pada Kamis (7/6/18).

Dirkrimsus Polda Banten Kombes Pol. Abdul Karim menerangkan, produksi atau pengolahan kikil ini dilakukan oleh WS warga Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Menurut keterangan dari hasil penyidikan, olahan kikil rumahan ini telah berjalan selama kurang lebih satu tahun.

“Tersangka melakukan produksi pengolahan pangan berupa kikil untuk diedarkan dengan menggunakan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan,” kata Dirkrimsus Polda Banten.

“Kikil yang telah diolah oleh WS dijual kepada perseorangan dan Pasar Labuan Pandeglang seharga Rp. 20.000,- (Dua Puluh Ribu Rupiah) per kilo. Hasil penyidikan sementara, WS hanya menjual di sekitar Pandeglang,” ucap Kombes Pol Abdul Karim.

Sementara itu, Hidrogen Peroxida (H202) menurut Peraturan Pemerintah RI Nomor : 74 tahun 2001 termasuk kedalam salah satu bahan berbahaya dan beracun. Berdasarkan keterangan ahli, H202 adalah oksidator kuat dan bersifat korosif. “Jika tertelan dan masuk kedalam tubuh melalui sistem pencernaan muntah dan luka lambung. Itu karena sifat kandungannya yang korosif dapat menyebabkan iritasi pada organ tubuh lainnya,” terangnya.

(bg/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password