Bareskrim Polri Berhasil Ungkap Pelaku Tindak Pidana Pornografi dan Perdagangan Orang secara Online melalui website www.lxxxxr.org

Tribratanews.polri.go.id – Mabes Polri. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melaksanakan Konfrensi Pers keberhasilan Pengungkapan Pelaku Tindak Pidana Pornografi dan Prostitusi Online melalui Forum www.lxxxxr.org Jumat (08/06/18). Penangkapan dilakukan di dua lokasi berbeda, untuk pelaku admin/pemilik website www.lxxxxr.org a.n. NMH dilakukan penangkapan di Jember, Jawa Timur hari Jumat tanggal 27 Mei 2018. Sedangkan untuk Pelaku TPPO/Prostitusi Online a.n. EDL dilakukan penangkapan di sebuah hotel di Jakarta Pusat tanggal 30 Mei 2018.

IMG_20180608_121401_790Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri KOMBES POL. DANI KUSTONI, S. H., S. I. K., M. Hum. mengatakan pelaku NMH/31 tahun, ditangkap karena perihal dugaan memberikan bantuan/kesempatan untuk terjadinya tindak pidana perdagangan orang secara online, serta menyediakan/menyebarluaskan konten pornografi dan melanggar kesusilaan, yang dilakukan dengan cara menyediakan website www.l***r.org , yang merupakan forum pornografi dengan jumlah member mencapai 150.000 orang yang sudah beroperasi sejak tahun 2012. Dimana diantara member tersebut memposting berbagai macam konten pornografi yang melanggar kesusilaan, serta eksploitasi seksual terhadap perempuan dan anak dibawah umur. Dalam melakukan aksinya, pelaku pemilik website www.l***r.org yang memiliki kemampuan IT yang cukup tinggi, telah berupaya menyembunyikan identitas website dari pelacakan aparat penegak hukum, serta mampu menghindari serangan/hacking/DDOS dan sangat mudah melakukan migrasi bilamana website tersebut di blokir.

Namun berkat kegigihan penyidik, NMH berhasil ditangkap di rumahnya yang beralamat di Perumahan Manggar Permai, Kel. Tegal Sari Kec. Ambulu, Jember Jawa Timur.

IMG_20180608_121122_919Dari tangan pelaku NMH barang bukti yang berhasil disita :
1. 2 (dua) unit Laptop merk ACER
2. 1 (satu) unit Laptop merk ASUS
3. 1 (satu) buah router merk ZTE warna putih dan charger
4. 6 (enam) buah Buku Tabungan
5. 1 (satu) unit hard disk eksternal merk Toshiba 500 GB
6. 1 (satu) unit hard disk eksternal merk HGST 320 GB
7. 1 (satu) buah HP Samsung Flip warna hitam

Atas perbuatan tersebut, terhadap pelaku NMH dilakukan penahanan dengan sangkaan Tindak Pidana Pencucian Uang dan/atau Tindak Pidana perdagangan orang dan/atau Tindak Pidana Pornografi dan/atau Tindak Pidana Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 dan Pasal 10 Undang Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan/atau Pasal 2 Undang Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan/atau Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat (1) dan/atau Pasal 30 Jo Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan/atau Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sanksi hukuman penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 10 Milyar.
Sedangkan untuk Tersangka EDL /29 tahun, ditangkap karena dugaan tindak pidana perdagangan orang secara online, serta menyediakan / menyebarluaskan konten pornografi dan melanggar kesusilaan, yang dilakukan dengan cara mem-posting konten berisi penawaran jasa PSK di website www.lxxxxr.org , yang merupakan forum pornografi dengan jumlah member mencapai 150.000 orang, dimana diantara member tersebut ada yang memposting berbagai macam konten pornografi dan melanggar kesusilaan, seperti tulisan cerita dewasa, gambar2 dan video porno, serta menyediakan jasa eksploitasi seksual terhadap perempuan dan anak dibawah umur.

IMG_20180608_121122_915Penangkapan ini merupakan pengembangan kasus menyediakan konten pornografi melalui Website, yang telah ditangkap oleh Unit-4 Subdit-1 Dittipidsiber Bareskrim Polri, di Jember dan Denpasar Bali, pada tanggal 25 Mei 2018. Tersangka EDL telah mem-posting di website www.lxxxxr.org , dengan thread Putih abu-abu new comers, yang menawarkan PSK muda usia sekolah/SMA, serta menyediakan seragam SMA, bilamana ada tamu yang menghendaki korban menggunakannya. TSK merekrut para korban melalui salah satu korban yang juga merupakan pacar TSK, dan membawa para korban ke Jakarta, kemudian ditempatkan di kamar Penthouse salah satu hotel di daerah Jakarta Pusat, untuk diperlihatkan kepada pelanggan, selain itu TSK juga menyediakan kamar lainnya utk digunakan pelanggan dan korban. TSK telah mematok harga jual korban yang dipilih tamu senilai 800rb – 1juta, dengan komitmen keuntungan dibagi dua dengan korban.

TSK EDL ditangkap di salah satu hotel di Jakarta Pusat, saat ditangkap turut diamankan 5 (lima) orang wanita yaitu AR alias ABAY (19 tahun); Perempuan; Pekerjaan SPG; Alamat Bandung, AN alias ICA alias SHEINA (18 tahun); Perempuan; Pekerjaan SPG; Alamat Bandung, WKA alias Caren (18 tahun); Perempuan; Belum Bekerja; Alamat Bandung, EA alias YOAN (18 tahun); Perempuan; Belum Bekerja; Alamat Bandung, AU alias HERA (19 tahun); Perempuan; Belum Bekerja; Alamat Jakarta.

Dari tangan pelaku TSK EDL barang bukti yang berhasil disita:
1. 1 (satu) buah buah handphone Merk Samsung S7 berwarna Gold;
2. Uang tunai uang sejumlah Rp. 2.100.000,- (dua juta seratus ribu rupiah);
3. 1 (satu) buah kartu ATM Paspor BCA No: 6019.0026.7477.7414;
4. 1 (satu) buah buku tabungan mandiri no. Rek : 129-00-1021252-6 atas nama TSK EDL;
5. 1 (satu) bundel bukti transfer;
6. 1 (satu) buah tas dompet berwarna coklat;
7. 2 (dua) stel baju seragam SMA.

Atas perbuatan tersebut, TSK EDL dilakukan penahanan dengan sangkaan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan/atau Tindak Pidana Pornografi dan/atau Tindak Pidana Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan/atau Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat (1) dan/atau Pasal 30 Jo Pasal 4 ayat (2) UU Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan/atau Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. . Sanksi hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 6 Milyar.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password