Sajam di Kalsel : Bawa Parang ke Warung Malam, Warga Tebing Tinggi Ditangkap Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polres Hulu Sungai Tengah, Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Tengah (HST) terutama memasuki Bulan Suci Ramadhan 1439 H, maka Polres HST dan Polsek jajaran meningkatkan kegiatan patroli dan razia di tempat yang dianggap rawan tindak kejahatan.

Kali ini Polsek Batang Alai Utara berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam, Minggu (27/5/2018) sekitar jam 22.30 wita.

Pelaku berinisial MK (24) warga Desa Auh Rt. 003/002 Kec. Tebing Tinggi Kab. Balangan. MK ditangkap petugas dari Polres HST karena membawa senjata tajam tanpa dilampiri dengan surat izin dari senjata tajam tersebut.

“Disebuah warung malam Desa Labung Anak Rt. 003/001 Kec. Batang Alai Utara, petugas dari Polsek Batang Alai Utara berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam” kata Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya dari Polsek Jajaran dalam menciptakan situasi yang kondusif serta meminimalisir penyakit masyarakat di kabupaten HST.” ungkap Kapolres Sabana Atmojo.

1d19c939-6746-4595-8dad-907181b84c12

Penangkapan pelaku bermula saat petugas dari Polsek Batang Alai Utara melaksanakan giat razia pekat di Desa Labung Anak. Sesampainya di sebuah warung malam, petugas segera melakukan pemeriksaan identitas dan dilanjutkan dengan penggeledahan badan kepada para pengunjung warung tersebut.

Namun ada salah satu dari pengunjung warung tersebut terlihat petugas sedang menaruh parang ke tanah. Saat ditanya tentang izin membawa senjata tajam oleh petugas, pelaku tidak bisa menunjukannya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan ke Polsek Batang Alai Utara untuk proses hukum selanjutnya.

“Dari tangan pelaku diamankan barang bukti satu bilah senjata tajam jenis parang dengan panjang besi 45,5 cm lebar besi 3,5 cm, hulu terbuat dari kayu warna kuning dengan panjang 14 cm lengkap dengan kompangnya terbuat dari kayu warna kuning dengan panjang 45,5 cm” jelas Sabana Atmojo.

“Pelaku dapat dijerat dengan pasal 2 Ayat (1) Undang – Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 karena telah melakukan tindak pidana barang siapa tanpa hak membawa, memiliki, menyimpan dan menguasai senjata tajam tanpa izin dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun” tegas Sabana Atmojo.

Penulis    : Muhammad Husaini
Editor      : Raden Dwi Chandra Narisa
Publish    : Guntur Wahyudi

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password