Budayakan Tertib Berlalu Lintas

tribratanews.polri.go.id – JAKARTA. Lalu lintas seringkali dianggap sebelah mata dan diartikan sebatas konsep gerak pindah dari suatu tempat ke tempat yg lain. Lupa kalau pergerakan perpindahan itu ada perilaku dari orang-orang yang berlalu lintas. Perilaku seperti ini menunjukkan adanya pola yang berulang dari waktu ke waktu dan menjadi suatu kebiasaan dalam berlalu lintas. Aturan dan penegakannya merupakan suatu upaya membangun budaya tertib. Saat hukum atau aturan itu dilanggar, bahkan penegak hukumnya juga dilecehkan, maka ini refleksi tingkat kecerdasanya rendah. Kesadaranan tanggung jawab dan disiplinya patut dipertanyakan.

Polisi di dalam menegakkan hukum lalu lintas adalah untuk kemanusiaan demi keamanan, keselamatan, kelancaran dan ketertiban karena lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan. Bagaimana jika ada orang yang melanggar atau mengabaikan petugas kepolisian yang tengah bertugas? Bukankah hal itu sama dengan menginjak-injak hukum atau melecehkan hukum dan berarti merusak peradaban.

Seringkali kita mendengar ada petugas polisi yang sedang menjalankan tugasnya menjadi korban penyerangan, dianiaya, ditabrak, ditikam, ditembak sampai dengan dibom. Patut kita pertanyakan ada apa dibalik semua ini.

Prof. Satjipto Rahardjo mengatakan, “Polisi itu hukum yang hidup untuk menjembatani antara law in the book dengan law in action. Pada saat kita mengetahui simbol hukum dilecehkan, maka mirislah hati kita bahwa hukum tidak lagi menjadi kebanggaan, tapi justru hukum menjadi beban yang dianggap kontra produktif oleh sekelompok orang yang ingin mengacaukan peradaban negeri ini.

Hukum sendiri merupakan produk politik yang merupakan kesepakatan bersama untuk menata dan memanusiakan manusia seutuhnya. Bangsa yang beradab akan bangga bila patuh dan taat terhadap hukumnya. Demikian sebaliknya bangsa yang rendah peradabanya akan bangga saat mampu melanggar hukum dan melecehkan penegak hukumnya.

(pr/lm/rp)

Admin Polri54135 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password