Gelar FGD, Satbinmas Polresta dan FKUB Cegah dan Tangkal Radikalisme

WhatsApp Image 2018-05-17 at 21.05.29

Tribratanews.polri.go.id – Polresta Bandar Lampung. Focus Group Discussion (FGD) Lintas Agama Dan Budaya menggelar pertemuan antar umat beragama, dalam rangka mencegah dan menangkal radikalisme kerjasama Satbinmas Polresta Bandarlampung dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandarlampung, Rabu, (16/5).

Acaranya berlangsung di Begadang Resto Bandarlampung tersebut dihadiri para tokoh agama dan ketua adat serta Kepala Satuan Bina Masyarakat (Binmas) Polresta Bandarlampung serta tamu undangan lainnya, dibuka langsung oleh PLT. Walikota Bandar Lampung Yusuf Kohar. Serta dihadiri pada acara pembukaan Dandim 0410 KBL Letkol Didik Harmono, Kaban Kesbangpol Drs. Suhendar Zuber, Wakapolresta bandarlampung AKBP Yudi Chandra Erlianto, dan lainnya.

Mengahdirkan Narasumber Ketua FKUB Bandarlampung DR. Afif Ansori, M.Ag., Ketua FKPT Lampung Dr. Abdussyukur, dan Kasubdit Keamanan Dalam Negeri Polda Lampung AKBP Achmad Defyudi, SH, MH, dimoderatori Abdul Qodir Zaelani, M.A.

Pada acara tersebut semua pesertanya sepakat bahwa paham radikalisme bukanlah ajaran agama apapun, pernyataan menolak paham radikalisme dan anti Pancasila disampaikan langsung oleh perwakilan Islam, Kristen, Katolik, Budha, dan Hindu serta perwakilan MPAL Bandarlampung.

Menurut Ketua panitia Kasat Binmas Polresta Bandarlampung Drs.H. Heriyanto, SH, MH ada juga kesepakatan pesertanya untuk membuat group WA alumni FGD dan langsung direalisasikan denga minta kontak personnya.”Antara Binmas Polresta dan FKUB sepakat membuat grub wa, untuk penyebaran informasi yang benar, guna mencegah Hoax,”ungkapnya.

Adapun gagasan atau tanggapan begaimana menangkal radikalismedari berbagai agama dan tokoh masyarakat dihasilakan :
1. mengecam dan menolak tindakan radikalisme karena bertentangan dengan ajaran agama.
2. memberikan edukasi tentang pemahaman nilai-nilai agama secara penuh dan tepat sasaran.
3. perlu adanya kordinasi dengan berbagai elemen yang ada seperti polisi, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
4. memberi dukungan penuh pada polri untuk mengusut tuntas tindakan radikalisme atau teroris.
5. mengajak masyarakat agar tetap tenang, jangan panic dan tidak mudah terprovokasi.
6. saling menjaga kebersamaan dan saling menghargai antar sesame agama.
7. jangan pernah bermain-main dengan isu hoax.
8. Jamu Jati Kendi Jaran=Jaga mulut, jaga Hati, kendalikan diri dan taga fikiran.

Sementara Ketua FKUB Bandarlampung M. Afif Anshori mengatakan, dalam kegitan forum antar umat beragama ini untuk menyatakan sikap mencegah dan menangkal radikalisme.”Dalam forum ini juga kami semua bersepakat mengutuk tindakan terorisme yang memakan korban orang banyak,” ujarnya.

Afif menegaskan, bahwa pelaku pengeboman tidak bisa mengataskan nama agama atas perbuatannya sebab di dalam agama apapun tidak ada yang mengajarkan perbuatan seperti itu.”Maka dari itu para tokoh dan ketua adat sepakat menjalin kerjasama untuk menangkal gerakan radikalisme di kalangan masyarakat,” tegasnya.

Untuk mencegah dan menangkal radikalisme, lanjut dia, diharapkan masyarakat tidak melakukan swiping sendiri tapi harus melibatkan aparat keamanan.”Untuk menghidari itu semua jadi kami sepakat bekerjasama dengan Binmas Polresta Bandarlampung,” jelasnya.

Dia pun meminta kepada seluruh tokoh agama sepakat untuk membina umatnya masing-masing dan mengajarkan agama yang benar dikelompoknya sendiri.”Kemungkinan bagi pelaku teroris ini ada pemahaman agama yang mungkin disalah artikan, maka dari itu diperlukan pemahaman agama karena itu sangat penting sekali,” tandasnya.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password