5 Kapal Nelayan Vietnam Ditangkap Curi Ikan di Natuna

Tribratanews.polri.go.id – Polairud Baharkam Polri, Lima kapal nelayan Vietnam ditangkap Polairud Baharkam Polri di perairan Natuna Utara. Mereka ditangkap karena mencuri ikan di wilayah perairan Indonesia.

“Mereka masuk di wilayah kedaulatan RI, di perairan Natuna dan Anambas dan mereka mencuri ikan juga di sana,” kata Kasubdit Patroli Air Direktorat Polair Korpolairud Baharkam Polri Kombes Pol Makhruzi Rahman dalam keterangannya kepada PID Korpolairud Baharkam Polri, Jumat (11/5/2018).

Kapal-kapal tersebut berbendera Indonesia, namun nakhoda dan ABK seluruhnya WN Vietnam. Lima kapal tersebut ditangkap pada Kamis (10/5) pada waktu yang berbeda.

Kapal bernama BD 93636 TS ditangkap pada pukul 07.52 WIB di titik koordinat 06.04’301″ LU – 105.59’863″ BT perairan Natuna Utara. Total ABK berjumlah 6 orang dengan muatan Cumi kering 3 kg dan ikan 1 kg.

Kemudian, kapal kedua bernama BD93474TS yang ditangkap di titik koordinat 06.05’902″ LU – 106.00’422″ BT. Kapal dengan jumlah ABK 6 orang dengan muatan Cumi kering 3 kg.

Selanjutnya, kapal bernama BV93969TS diamankan di koordinat 06.11’859″ LU – 106.03’875″ BT pada pukul 08.20 WIB. Kapal itu memiliki 9 ABK dan membawa muatan Ikan 500 kg, Cumi dan Udang 200 kg.

Kapal keempat bernama BV92778TS ditangkap di 06.11.021″ LU – 106.01’899″ BT pukul 08.30 WIB. Kapal dengan ABK 3 orang itu membawa muatan Drum Kosong bekas isi BBM.

Kapal kelima Tanpa Nama dan pemilik juga diamankan oleh petugas.

“Seluruhnya tidak memiliki dokumen,” imbuhnya.

Saat disergap, hanya 4 kapal yang kedapatan membawa ikan. “Yang kapal satunya lagi, muatan ikannya sudah dipindahkan ke kapal induknya mereka,” lanjutnya.

Polairud Baharkam Polri terus melakukan patroli di wilayah perairan Indonesia. Pencurian ikan di wilayah kedaulatan RI ini bukan hanya sekali.

“Sudah sering kita tangkap, makanya kami terus melakukan patroli untuk menjaga wilayah perairan Indonesia,” imbuhnya.

Saat ini para ABK dan nakhoda serta kapalnya dibawa ke Pelabuhan Natuna, Kepulauan Riau. Dan diserahkan ke PSDKP pulau natuna utara. Mereka dijerat dengan Pasal 35A ayat 2 dan Pasal 92 UU no 31 tahun 2004 tentang perikanan sub pasal 93 ayat 2 dan 4 jo pasal 98 dan pasal 69 ayat 4 uu no 45 tahun 2009 tentang perubahan atas uu no 31 tahun 2004 tentang perikanan.

Penulis: Bayu Sena PID

Editir: Raden Dwi

Publish: Aden

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password