Kabaharkam Polri Jabarkan 7 Strategi Pemberdayaan Polmas di Polda Sulut

Tribratanews.polri.go.id– MANADO. Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs. Moechgiyarto, S.H., M.Hum., mengunjungi Polda Sulut untuk memberikan arahan kepada para Pejabat Utama, Kapolres/ta dan jajaran fungsi Baharkam Polda Sulut, di Ballroom Sintesa Peninsula Hotel Manado, Selasa (8/5/18).

Dalam arahan tersebut, Kabaharkam turut didampingi oleh Kapolda Sulut, Irjen Pol Drs. Bambang Waskito dan Karo Binopsnal Baharkam Polri, Brigjen Pol Eddy S. Tambunan, M.Si.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulut mengaku bangga atas kunjungan Kabaharkam ini. “Ini adalah momen yang istimewa, karena kita semua di jajaran Polda Sulut bisa bertemu langsung dengan Kabaharkam, terlebih akan mendapat arahan terkait dengan pelaksanaan tugas,” ujar Kapolda.

Polda Sulut yang saat ini telah menjadi Polda tipe A. Namun masih diperlukan penambahan personel dan sarana. Kapolda menyadari untuk menambah dua hal tersebut tidak bisa dilakukan begitu saja. “Meski demikian, kami tetap memanfaatkan dan memaksimalkan personel dan fasilitas yang ada, demi tetap terjaganya keamanan dan ketertiban,” ungkap Kapolda.

Tugas Sabhara Polda Sulut sebagai salah satu jajaran fungsi Baharkam sudah berjalan dengan baik. Beberapa waktu lalu marak terjadi aksi perkelahian antar kelompok maupun antar kampung serta premanisme. Dengan memanfaatkan kekuatan Sabhara yang didukung fungsi lainnya melalui patroli Dalmas selama 24 jam, bisa meminimalisir kejadian dan membatasi ruang gerak para pelaku kejahatan. “Sehingga dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini, tidak terjadi aksi perkelahian antar kelompok,” terang Kapolda.

Sementara itu di awal arahannya, Kabaharkam mengulas kemajuan zaman yang semakin canggih. Di era globalisasi, dunia seolah tanpa batas seiring dengan kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi. Sehingga mobilitas arus informasi, barang, jasa dan manusia dari satu tempat ke tempat lain menjadi sangat cepat. Hal ini menjadi suatu fenomena yang mau tak mau harus dihadapi oleh bangsa Indonesia.

ca661baf-e11e-4ea4-a3c1-9a98052bf8eb

“Kondisi tersebut, di satu sisi dapat menimbulkan dampak positif karena kemudahan dan kecepatan mengakses segala sesuatu yang dibutuhkan dan meningkatnya taraf hidup masyarakat. Namun di sisi lain, berdampak pada terjadinya pergeseran nilai-nilai budaya dari yang positif menjadi perilaku negatif dan dapat mengarah pada perbuatan pelanggaran hukum,” ujar Kabaharkam.

Selain itu harapan Kabaharkam meminta seluruh personel untuk memanfaatkan teknologi secara positif. “Contohnya membuat aplikasi berbasis IT untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat,”.

Terkait patroli yang telah dilakukan jajaran Polda Sulut selama ini, Kabaharkam pun mengapresiasi hal tersebut. Menurutnya patroli tidak hanya bisa dilakukan dengan kendaraan bermotor. “Kita bisa berpatroli dengan jalan kaki. Selain lebih akrab dengan masyarakat, kita juga menjadi sehat,” tuturnya, disambut aplaus meriah seluruh peserta.

Dalam kesempatan ini, Kabaharkam juga mengulas kembali empat prinsip operasional Polri, yakni mengutamakan pencegahan, keterpaduan, efektif dan efisien serta ofensif. Kabaharkam juga mengingatkan kepada para Kasatker dan Kasatwil bahwa Bhabinkamtibmas tidak boleh merangkap jabatan. “Ini supaya pelaksanaan tugas bisa maksimal,” jelasnya.

(sm/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password