Kapolda Sulsel Secara Resmi Membuka Rakernis Humas di Hotel Harper Makassar

tribratanews.polri.go.id – SULAWESI SELATAN. Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono secara resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas 2018 di Hotel Harper Makassar, Kamis (26/04).

Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono mengatakan bahwa tujuan Rakernis ini sebagai salah satu bagian dari upaya penguatan fungsi humas Polri dalam rangka mensukseskan Pilkada serentak tahun 2018 yang sebentar lagi akan diselenggarakan.

“Identifikasi permasalahan dalam pelaksanaan Pilkada 2018 sangat dibutuhkan untuk merencanakan upaya kepolisian dalam menyusun dan merencanakan pengamanan Pilkada dimaksud,” ucap Kapolda Umar.

Beberapa persoalan yang terjadi di wilayah dalam pelaksanaan Pilkada yang lalu dapat dijadikan sebagai referensi untuk mengeliminir persoalan yang akan dihadapi dalam pilkada serentak tahun 2018.

“Kita ketahui dalam pelaksanaan Pilkada 2018 ini Polri dituntut bersifat netral serta berperan aktif guna meminimalisir berita berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech) yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI ini,” pungkasnya.

Lebih lanjut Kapolda mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi Informatika dan komunikasi yang begitu pesat saat ini sangat efektif digunakan untuk memperoleh kemenangan dalam proses pilkada salah satu dampak perkembangan teknologi Informatika dan komunikasi adalah media sosial.

Bahkan saat ini, kata Umar, media sosial dijadikan pemberitaan berkiblat pada trending topic, seperti yang telah kita rasakan bersama media sosial bisa digunakan untuk hal-hal yang positif dan juga bisa digunakan untuk hal-hal yang negatif.

Maka dari itu, untuk mensukseskan Pilkada serentak tahun 2018 ini peran media sosial sangat dibutuhkan dalam memberikan edukasi sosialisasi promosi dan wawasan global pada masyarakat terkait banyaknya berita bohong hoax yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat.

“Melihat betapa potensialnya peran media sosial Polri sebagai aparat negara harus lihai dalam bersikap perkembangan media sosial tidak boleh dianggap sebagai ancaman namun sebaliknya keberadaan media sosial dapat dijadikan sarana untuk meningkatkan pelayanan Polri kepada masyarakat,” tuturnya.

Melalui peran media sosial, Polri dapat berinteraksi dengan warga secara langsung bahkan hingga level personal oleh karenanya Polda Sulsel telah memiliki beragam akun media sosial seperti Facebook Twitter Instagram dan lain sebagainya.

Dengan demikian, kata Kapolda, antara Polri dan masyarakat menjadi tak bersekat akses dari warga menuju Polres sudah lancar dan terbuka 24 jam.

Bersandar pada perspektif tersebut diatas Polri sebagai salah satu institusi pemerintah telah membuat suatu Grand strategi Polri 2005-2025 yang mencakup tiga tahapan yaitu tahap 1 tahun 2005-2009 membangun kepercayaan (trust building), tahap 2 tahun 2010-2014 membangun kemitraan (Partnership building) dan tahap 3 tahun 2015-2025 adalah menuju organisasi unggul (streve for excellence).

Saat ini Polri telah memasuki periode tahap tiga yaitu periode Streve for excellence di mana Pada tahap ini Polri akan membangun kemampuan publik yang unggul dengan mengimplementasikan teknologi yang kredibel di masyarakat.

Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, Kapolda Sulsel memberikan penekanan sebagai pedoman dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas fungsi kehumasan Polri yaitu.

Tingkatkan terus pemberdayaan terhadap media mainstream (konvensional).

2 tingkatkan pengelolaan media sosial dengan sebaik mungkin

Manfaatkan intelijen media manajemen (IMM) yang telah kita miliki untuk menggali informasi yang tersebar di media sosial.

Kepada para pejabat mengemban fungsi pengelola informasi dan dokumentasi satker, para kasubag humas, operator, Kasat Binmas dan Kapolsek jajaran Polrestabes Makassar agar berperan aktif mengangkat keberhasilan Polri serta menekan beredarnya berita-berita negatif terhadap Polri di media sosial.

Merespon dengan segera serta secepat mungkin dapat menetralisir sentimen negatif yang ada di media sosial yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Mengelola trending topik atau topik hangat yang sedang ramai menjadi perbincangan di dunia maya agar tidak sampai meluas di masyarakat.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password