Lihat Mobil Mogok, Dengan Sigap Kapolsek Bajeng Bantu Dorong

06C9D54D-EC04-4DBF-A418-40B68B

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Sudah menjadi tugas serta tanggung jawab Polri untuk membantu apabila ada masyarakat yang mengalami kesulitan.

Seperti Halnya yang dilakukan Kapolsek Bajeng Polres Gowa Akp Ramli, S.Sos bersama Anggotanya, sewaktu melaksanakan Pengamanan Kampanye Cagub Dan Cawagub Sulsel di Dusun Sugitanga Desa Pabentengan Kec. Bajeng. Begitu melihat ada warga yang sedang berupaya mengeluarkan mobilnya yang terjebak kedalam lumpur, selanjutnya Kapolsek bersama Anggota membantu mendorong mobil tersebut agar bisa keluar dari lumpur, Selasa (24/4/18).

Pemilik Mobil menyampaikan ucapan terimakasihnya atas bantuan yang dilakukan oleh Polisi. Pihaknya merasa senang dan bangga dengan kepedulian dan pelayanan yang dilakukan polisi kepada masyarakat.

Di tempat terpisah, Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga, SIK, MSi sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh anggotanya tersebut. (Humas Polres Gowa)

Selain menjalin hubungan erat antar aparat Kepolisian dengan warga, kepedulian yang diperlihatkan Kapolsek Bajeng juga makin memperkokoh keberadaan Bhabinkamtibmas sebagai bagian dari masyarakat.

Untuk membangun dampak positif pada tubuh Polri dibutuhkan kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya atau trust relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Dikehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas. Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi.

Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warganegara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.

Penulis : Yoan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password