Kapolres Metro Jakarta Utara Silaturahmi Dengan Serikat Pekerja Se Wilayah Jakarta Utara

Silaturahmi Kapolres dgn Serikat Pekerja

Pada hari Selasa 24 April 2018 pukul 11.30 WIB di RM Sederhana Jl. Raya Sulawesi Kec. Koja Jakarta Utara, telah berlangsung kegiatan Silaturahmi Kapolres Metro Jakarta Utara dengan para tokoh Serikat Pekerja / Serikat Buruh se wilayah Jakarta Utara dalam rangka menyambut Peringatan hari Buruh/May Day 2018 Jumlah undangan ± 50 orang, selaku penanggung jawab Kasat Intelkam Resju AKBP Haryono, SH, hadir dalam acara tersebut antara lain  :

  1. Kapolres Metro Jakut KBP Reza Arief Dewanto, S.IK
  2. Walikota Jakut diwakili oleh Wakil Walikota Jakut Junaedi
  3. Dandim diwakili Kasdim Mayor Edi Puwoko
  4. Wakapolres Metro Jakut : AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S,iK, M.Hum, M.S.M
  5. Pejabat Utama Polres Metro Jakut para Kasat/Kabag Resju/ Kasi
  6. Para Kapolsek Jajaran Polres Metro Jakut
  7. Kasudinaker Jakut DR. Dwi Oentoro
  8. Kakesbang Jakut diwakili Kasub Bag Politik Kakesbang Jakut Mugi Suyanto
  9. Para Pimp SP / SB :

– Ketua FBLP Jumisih

– Ketua Umum FBTPI Abdul Rosyid

– Ketua SBSI 92 Thomas Aquino

– Ketua DPC SPN Agus Rantau

– Ketua KSBSI Kikes Binson Purba

– Ketua KSBSI FKUI SBSI M Hori

– Ketua DPC LEM SPSI H. Yusuf S

– Ketua DPC LEM SPSI PT. AHM

– Ketua GSBM Sukarya.

Acara diawali :

  1. Sambutan Kapolres Metro Jakut KBP Reza Arief Dewanto, S.IK : “Sebentar lagi kita akan merayakan May Day yang merupakan perayaan terhadap profesi. Buruh yang telah memajukan bangsa ini, May Day ini perayaan buruh seluruh dunia untuk meng apresiasi buruh yang telah bekerja keras. Kami dari Pemerintah juga turut apresiasi. Kita ingin perayaan ini berjalan sesuai tema May Day is Fun Day. Kami berharap pelaksanaan nya menyenangkan bagi semua. Kami berharap semua bisa merayakan disini kita akan support pengamanannya. Pihak Walikota juga akan memfasilitasinya”
  1. Ketua FBLP Jumisih : “May Day tahun ini pihak pemerintah berharap kami tidak demo tapi bersama keluarga. Masalah buruh di Jakut tidak akan pernah selesai. Aspirasi kami disaat May Day kami berharap pemerintah melihat kami. Itu bagian dari bagian perjuangan dengan mengekpresikan keinginan kami. Kami akan aksi bersama KPBI tikpul SPBU belakang KBN ke Pelabuhan bergabung dengan Royid. 25 tahun kasus Marsinah juga belum selesai”
  1. Supriyanto AHM : “May Day ini Kami pusatkan disunter dan selanjutnya kita akan fokus di HI dan Isneg dengan konvoi KR2. Biasanya 7000 KR2. Tema kami yaitu Buruh harus membangun kekuatan alternatif. Sekarang ini kita minimnya proteksi buruh oleh Pemerintah. Kita belum siap berkompetisi dengan negara lain. Masyarakat kita belum bisa bersaing dibidang Ketenagakerjaan dengan TKA. May Day adalah panggung kreatifitas kami, tidak ada politik dan tidak ada makar”
  1. Ketua KSBSI Kikes Binson Purba : “May Day ini kami ada 1000 orang, ada 4 perusahaan yang menahan ijazah buruh kami lebih fokus internal diJakarta. Kami apresiasi giat seperti ini tapi jangan hanya saat menjelang May Day. Next mungkin bisa 3 bulan sekali. Kami berharap pemerintah mendukung kami dalam May Day”
  1. Ketua FBTPI Abdul Rosyid : “Dibelahan dunia manapun pasti merayakan May Day. Sejarah perubahan terjadi karena ada yang menyuarakan. Reformasi Polri dari TNI juga demikian hasil perjuangan. Makanya kami akan menyuarakan perjuangan kami. Kami ingin alat alternatif tidak mau terpecah belah ditahun politik. Persoalan di Jakut cukup banyak, sy ingin infokan kepada teman teman ada situasi yang sedang dirasakan dengan adanya pintu tol yang jaraknya hanya 3 km diBudi Darma itu bayarknya 45 ribu. Kami di Jl. Lorong 20 dan Pos IX. Kami tidak akan merubah May Day adala hari perlawanan. Kami tidak ingin ada gesekan”
  1. Ketua DPC LEM SPSI H. Yusuf Suprapto : “Terimakasih undangan Kapolres kepada kami. May Day ini harapan kami bahwa pemerintah memberikan solusi dalam masalah perburuhan. Sekarang masalah dan tantangan para buruh semakin berat. Keinginan persoalan buruh bisa selesai satu persatu. Upah sektoral AHM tidak deal ini memalukan kenapa upah ini tidak bisa belum lagi apabila ada kasus tersebut didaerah. Yang ketiga yaitu terapan, pemerintah harus konsen terhadap 4 poin untuk kesejahteraan yaitu kesehatan, pendidikan, perumahan, transportasi”
  1. Ketua KSBSI FKUI SBSI M Hori : “Saya hanya menyampaikan pada Kapolres dalam May Day ingin Kepolisian menjaga kami dalam kegiatan ini. Jangan paksakan kami untuk mengikuti Pemerintah tolong jangan batasi hak kami. Terimakasih undangan bapak Kapolres. Kami menyadari kawan Kepolisian sering membantu kami dalam memediasi masalah dengan perusahaan”
  1. Kapolres Metro Jakut KBP Reza Arief Dewanto, S.IK : “Kami tidak ada niat menghalangi menyampaikan pendapat karena bagian amanat dari UU. Tidak ada juga pemaksaan kami pemerintah memfasilitasi saja sehingga pelaksanaan bisa berjalan damai bagi rekan dan masyarakat lain yang tidak merayakan
  1. Kasdim Mayor Edi Puwoko : “Maaf dandim tidak bisa hadir, salam hormat semua. Pengalaman kami Jakut hanya lintasan diKodim membantu mengamankan kegiatan. Mudah mudahan tahun ini bisa menjaga situasi tidak represif terhadap aparat”
  1. Kasudinaker Jakut DR. Dwi Oentoro : “Ini May Day yang baik merupakan hari libur. Kita tidak mewajibkan buruh untuk datang diWalikota kita memfasilitasi saja. Selamat melaksanakan May Day semoga bermanfaat”
  1. Wakil Walikota Jakut Junaedi : “Semua buruh akan menyampaikan aspirasi dengan 2 inti kata saat May Day yaitu keadilan sosial. Kami punya PPSU 10 ribu punya BPJS. Kami Pemerintah siap memfasilitasi kegiatan saat May Day ini. Semoga masalah yang disampaikan bisa dilihat didengar oleh pemangku kebijakan”

Pada jam 12.45 WIB kegiatan  Silaturahmi Kapolres Metro Jakarta Utara dengan para tokoh Serikat Pekerja / Serikat Buruh di wilayah Jakarta Utara selesai, dilanjutkan dengan doa dan ramah tamah/makan siang foto bersama.

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password