Wakapolri Didampingi Kadiv Humas dan Kapolda Jabar Gelar Konferensi Pers Kasus Miras Oplosan Di Cicalengka

Tribratanews.polri.go.id – CICALENGKA. Jumat (20/4/18) Wakapolri Komjen Pol. Drs. Syafruddin, M.Si didampingi Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto, S.H., Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si., Wakapolda Jabar, beserta pejabat utama Polda Jabar menggelar konferensi pers terkait kasus miras oplosan yang berlokasi langsung di rumah tersangka SS di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (19/4/18).

 

Barang bukti seperti alkohol, minola, kuku bima, pewarna, dan barang – barang untuk meracik miras oplosan lainnya ditampilkan bersama dengan seluruh tersangka. Rumah tersangka yang juga dijadikan sebagai bunker penyimpanan miras oplosan ini juga tidak luput dari peninjauan Wakapolri.

 

Penjelasan Wakapolri bahwa modus penjualan miras oplosan oleh pelaku SS dan HM yaitu memproduksi dan memperjual belikan miras oplosan yang biasa disebut ginseng kepada masyarakat dengan cara menjual miras oplosan di kios miliknya yang dibantu oleh JS.

 

Produksi miras oplosan ini sudah dimulai sejak tahun 2017 tepatnya sebelum lebaran dengan presentase produksi miras oplosan sebanyak +10 dus atau 240 botol atau tergantung sesuai dengan permintaan. Miras oplosan dijual oleh HM dengan harga Rp. 270.000,-/ dus dan Rp. 20.000,-/ botol.

 

Seperti apa yang telah disampaikan wakapolri, bahwa permaslahan miras oplosan ini harus menjadi prioritas dari seluruh kalangan, terlebih akan memasuki bulan Ramadhan. “ Hal ini dijadikan pintu masuk dan seluruh stakeholder untuk menjadikan perhatian besar, membuat regulasi baru, kasus ini sama dengan wabah penyakit, regulasi perlu dirubah dan masalah ini jangan sampai berlarut – larut, sebelum memasuki bulan Ramadhan masalah Miras Oplosan harus sudah selesai,” tegas Wakapolri.

 

Selain itu, Kapolda Jabar juga menambahkan bahwa tersangka SS sebagai big boss miras oplosan di Cicalengka diringkus oleh Tim Penyidik Dit Res Narkoba Penyidik Polres Bandung Polda Jabar dibantu Polda Sumsel di Daerah Sumatera Selatan. SS ditangkap berkat informasi dari istrinya, HM yang sudah ditangkap. “Setelah kita tangkap, lalu kita kembangkan kepada tersangka HM (istri SS), suaminya itu akan pergi ke daerah Sumatera Utara,” ujar Kapolda Jawa Barat

WhatsApp Image 2018-04-19 at 13.36.43 (1)

 

Atas perbuatannya Pelaku dikenakan Pasal 204 ayat (1) dan (2) Kitab Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pasal 204 ayat (1), berbunyi : Barangsiapa menjual, menawarkan, menerimakan atau membagi – bagikan barang sedang diketahuinya bahwa barang itu berbahaya bagi jiwa atau kesehatan orang dan sifat yang berbahaya itu didiamkanya dihukum penjara selama – lamanya lima belas tahun.

Pasal 204 ayat (2), berbunyi :Kalau ada orang mati lantaran perbuatan itu sitersalah dihukum penjara seumur hidup atau Penjara selama – lamanya dua puluh tahun.

(rz/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password