Wakapolda Bali Membuka Seminar dan Workshop tentang “Digital Forensic Investigation on Cyber Attack”

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali, Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si. membuka Seminar dan Workshop tentang Digital Forensic Investigation on Cyber Attack, bertempat di Ballroom Batur, Hotel Aston Denpasar, Jumat (20/4/2018). Sebanyak 110 peserta yang merupakan personel Puslabfor dan Cabang sebanyak 15 orang, personel Satwil Polda Bali sebanyak 20 orang dan 75 orang peserta dari kalangan umum mengikuti kegiatan tersebut.

Acara dihadiri Kapuslabfor Bareskrim Polri Brigjen Pol. Drs. Alex Mandalika, Kapusinafis Bareskrim Polri Brigjen Pol. Drs. Hudi Suryanto, Kepala Pusat Penelitian Robotika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, DPara Kalabfor Cabang di jajaran Puslabfor Bareskrim Polri, Kabid Fiskomfor dan para Kasubbid Fuskomfor di jajaran Puslabfor Bareskrim Polri, Dir Binmas Polda Bali Kombes Pol. Drs. I Gusti Putu Ngurah Gunawan, serta para Kasat Reskrim Polres se-Bali.

Seminar dan workshop ini menghadirkan tiga orang narasumber yaitu, Ir. Dadet Pramadihanto, M.Eng., Ph.D. dengan materi “Challenges of Face Recognition for Forensic and Surveillance”, Ferry Astika Saputra ST., B.Eng., M.Sc. dengan materi “Cyber Situational Awareness Framework (ICSAF)”, dan terakhir Muhammad Nuh Al Azhar ST., M.Eng. dengan materi “Digital Forensic Investigation on Cyber Attack”.

Dalam sambutannya, Wakapolda Bali mengatakan bahwa teknologi informasi dan komunikasi saat ini sangat mempengaruhi perkembangan dunia, salah satunya dibidang digital forensik yang mulai menunjukkan peran dan kontribusinya di era Siber. Serangan Siber (Cyber Attack) utamanya terhadap infrastruktur kritis pada 8 sektor publik salah satunya dalam sector pertahanan, sebab serangan Siber hampir dipastikan akan berujung pada kasus kejahatan Cyber Attack.

Jenderal bintang satu di pundak ini menyampaikan bahwa tantangan terbesar dalam penanganan kasus kejahatan Cyber Attack adalah melakukan forensik digital terhadap kasus tersebut. Sebab karakteristik bukti digital telah menyebabkan rantai lacak balak (Chain of Custody) menjadi lebih rumit dan kompleks.

“Dengan pesatnya perkembangan teknologi yang diikuti oleh perkembangan jenis kejahatan baru, pemerintah harus segera mengambil langkah dan sikap, guna mencegah perkembangan jenis kejahatan Cyber Attack semakin meluas, sebab hal tersebut dapat merugikan pribadi maupun lembaga,” ungkap Brigjen Pol. Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si.

Selain itu, teknologi biometrika juga mengalami perkembangan dan mulai banyak diterapkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Penerapan teknologi ini dalam bentuk software dibidang forensik dan surveillance. Teknologi pengenalan wajah merupakan salah satu jenis teknologi biometrika yang mana teknologi ini sangat dibutuhkan untuk mengungkap pelaku kejahatan.

Hal ini sesuai dengan program Promoter Kapolri yaitu Polri mampu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang semakin berkualitas melalui peningkatan kapasitas pendidikan dan pelatihan serta melakukan pola-pola pemolisian berdasarkan prosedur baku yang sudah dipahami, dilaksanakan dan dapat diukur keberhasilannya.

“Melalui terobosan baru ini diharapkan anggota Polri dapat meningkatkan kualitas kinerja khususnya di bidang forensik. Sangatlah tepat diadakannya kegiatan seminar dan workshop ini sebagai ajang komunikasi antar instansi sehingga teknologi ini dapat segera diaplikasikan dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan,” pungkasnya.

Penulis : Komang Arya

Editor   : Sarjana

Publish : Windyasa

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password