Dua Remaja Pengedar Ribuan Pil PCC di Makassar Diamankan Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tim Patmor Polrestabes Makassar kembali berhasil mengamankan dua remaja yang berinisial AP (18) dan AW (13) yang merupakan pengedar ribuan pil PCC pada saat melaksanakan patroli yang sebelumnya juga berhasil mengamankan pengedar narkoba jenis ganja dan sabu-sabu.

Sekitar pukul 21.00 wita, Tim Patmor yang melaksanakan patroli di sekitar Jl. Sungai Saddang – Veteran Selatan Makassar melihat kedua pelaku tidak menggunakan helm, sehingga Tim Patmor memberhentikan kedua pelaku dan melakukan penggeledahan.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap kedua pelaku, Tim Patmor Polrestabes Makassar menemukan sejumlah obat – obatan terlarang.

Dari tangan kedua pelaku, Tim Patmor berhasil mengamankan sembilan paket obat Tramadol dan THD yang jumlah keseluruhan dua 218 butir yang ditemukan di dalam saku celanan bagian depan, 24 paket Tramadol dan PCC jumlah 1038 butir yang ditemukan di kantong motor Yamaha Mio J warna putih dengan nomor polisi DD 4606 UM, dengan jumlah keseluruhan 1256 butir.

Selanjutnya Tim Patmor Polrestabes Makassar menggiring kedua pelaku ke Sat Narkoba Polrestabes Makassar. (Humas Polrestabes Makassar)

PCC adalah campuran obat yang terdiri atas paracetamol, caffeine, dan carisoprodol. PCC bekerja menghambat sinyal nyeri dari tulang belakang dan otak.

Campuran paracetamol dan caffeine telah banyak diketahui dan diperjualbelikan secara bebas untuk meredakan nyeri. Keduanya tidak berpotensi menimbulkan bahaya yang serius, atau tidak termasuk dalam kategori obat keras.

Sedangkan carisoprodol merupakan muscle relaxant yang digunakan untuk meredakan rasa tidak nyaman akibat nyeri akut muskuloskeletal pada orang dewasa. Obat ini tidak boleh digunakan dalam jangka waktu yang lama. Biasanya dokter hanya menyarankan dua hingga tiga minggu pemakaian.

Pil PCC termasuk obat keras yang tidak diperjualbelikan secara bebas. Artinya, Anda memerlukan izin serta resep dokter. Lantas, apa bahayanya bila pil PCC digunakan secara tidak tepat?

1.Efek sedatif

Obat ini memiliki efek sedatif atau menenangkan yang cukup kuat, sehingga dapat membahayakan aktivitas –misalnya saat mengemudikan kendaraan.

Efek sedatif pada carisoprodol yang terdapat pada pil PCC ini bisa membuat Anda ketagihan. Itulah sebabnya mengapa penggunaan obat ini membutuhkan pengawasan ketat oleh dokter.

2.Overdosis

Carisoprodol banyak disalahgunakan untuk drug abuse, kejahatan, dan hal lainnya. Penyalahgunaan carisoprodol menimbulkan risiko overdosis yang dapat menyebabkan hipotensi, kejang, halusinasi, gangguan kesadaran atau koma, depresi nafas dan sistem saraf pusat, serta kematian.

Terkait kasus yang kini tengah ramai dibicarakan, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan bahwa rata-rata korban mengonsumsi pil PCC yang dicampur dengan minuman keras oplosan.

Padahal, mereka yang mengonsumsi pil PCC dilarang keras untuk minum minuman beralkohol atau konsumsi obat penekan sistem saraf pusat lainnya. Sebab hal tersebut dapat meningkatkan efek samping dari pil PCC hingga menyebabkan kematian.

Penulis : Apri

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password