Proses Seleksi Calon Personel Polri Tahun 2018

Tribratanews.polri.go.id. Jakarta – Tes Psikologi penerimaan Bintara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) secara serentak dilaksanakan pada Selasa-Rabu, 17-18 April 2018 di 33 Polda serta Subpanda Indonesia yaitu Raja Ampat, Kalimantan Utara, Sintang (Kalimantan Barat) dan Pulau Nias (Sumatera Utara). Tes Psikologi merupakan tahap awal yang dilakukan untuk menguji dan menilai potensi psikologis peserta seleksi sesuai dengan profil Bintara Polri yang dibutuhkan. Calon Bintara Polri diharapkan memiliki tiga aspek potensi psikologi, yaitu kecerdasan, kepribadian dan sikap kerja.

Berdasarkan data Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) tahun 2018 ini tercatat ada 76.387 peserta yang akan mengikuti seleksi dan dibagi menjadi dua kelompok, 74.591 orang mengikuti seleksi Bintara Tugas Umum, sedangkan 1.796 orang mengukuti seleksi Bintara Kompetensi Khusus. Pada Bintara Tugas Umum yang dinyatakan memenuhi syarat sebanyak 41.912 (56,09%), sedangkan yang dinyatakan tidak memenuhi syarat sebanyak 32.814 (43,91%) sehingga tidak dapat mengikuti ujian selanjutnya. Pada seleksi Bintara Kompetensi Khusus tidak menggunakan sistem gugur, tetapi peringkat sesuai hasil komulatif dari semua tes dengan mengutamakan kompetensi teknisnya.

Peserta yang dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagian besar karena nilai yang diperoleh berada dibawah standar yang telah ditetapkan, yaitu 61. Sementara itu apabila dilihat dari penyebaran aspek psikologisnya antara lain pada aspek berfikir logis pada dimensi aspek kecerdasan. Pada dimensi aspek kepribadian adalah dalam hal pengambilan keputusan. Sedangkan pada dimensi sikap kerja pada aspek ketahanan kerja.

Sementara itu untuk Tamtama Polri peserta yang ikut tes psikologi sebanyak 6.109 orang. Yang dinyatakan memenuhi syarat 3.571 orang (58,45%) dan yang dinyatakan tidak memenuhi syarat 2.538 (41,55%).

Demi mendapatkan personel yang berkualitas, unggul dan kompetitif Polri terus melakukan perbaikan pada setiap proses seleksinya. Hal ini ditegaskan oleh Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Kapolri, Irjen Pol. Drs. Arief Sulistyanto, Msi., bahwa “Komitmen untuk menyelenggarakan ujian secara bersih, transparan, akuntabel, humanis serta clear and clean sebagai wujud kesungguhan Polri untuk melaksanakan penerimaan Polri 2018 dengan maksimal, sehingga mendapatkan calon Bintara Polri yang berkualitas”. Tahun 2018 ini Polri akan merekrut 8.950 personel. Dari jumlah tersebut, selain untuk Polisi Tugas Umum pada tahun ini Polri akan merekrut Bintara dengan kompetensi khusus yaitu Teknologi Informasi (TI), Musik, Analis Kimia, Penerbangan dan Pelayaran/Nautika sejumlah 500 orang.

As SDM Kapolri menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan tes seluruh panitia dan peserta melaksanakan penandatanganan Pakta Integritas dan pengambilan sumpah. Bagi panitia diharapkan melaksanakan seleksi dengan penuh tanggung jawab, jujur, obyektif, cermat. Sedangkan, bagi peserta tidak akan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma seleksi dalam bentuk mencari, meminta atau menggunakan dukungan pihak lain. “Baik panitia maupun peserta, apabila melanggar sumpah bersedia didiskualifikasi dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas As SDM Kapolri.

Pelaksanaan ujian yang dilakukan secara sistem transparan seperti ujian sebelumnya, dimulai dari pembukaan materi yang disaksikan ketat oleh peserta, pengawas internal (Divisi Propam Polri), dan pengawas eksternal. Pada saat penilaian, dikoreksi menggunakan sistem komputerisasi sehingga peserta dan pengawas dapat melihat langsung hasil ujian pada layar monitor besar. Seluruh kegiatan tes dikendalikan dari Posko Biro Psikologi SSDM Polri yang dibuka mulai pukul 06.00 WIB guna melayani permintaan password materi ujian dan kunci jawaban masing masing Panitia Daerah maupun Sub Panitia Daerah.

Irjen Pol. Drs. Arief Sulistyanto, Msi., mengharapkan mekanisme tes seperti ini dapat menghasilkan sumber daya berkualitas untuk Polri kedepannya. “Sumber bagus, dididik bagus, hasilnya bagus,” tegasnya. Hal ini sekaligus menepis anggapan publik tentang adanya ketidakjujuran pada setiap proses seleksi. Karena pada dasarnya seluruh anggota Polri bertugas pada garda terdepan Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Sesuai dengan semboyan yakni clear and clean maka sejak awal perekrutan hal itu sudah ditanamkan.

(er/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password