Sambil Menunggu Waktu Adzan, Bripka M. Yusuf Sempatkan Menyapu dan Mengepel Mesjid

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Berbuat amal ibadah dengan aksi kebaikan sembari melaksanakan tugasnya kapan dan dimana saja, sebagai sosok pengemban fungsi Bhabinkamtibmas Bripka M. Yusuf Sailu melakukanya didasari dengan penuh keikhlasan memakmurkan masjid dengan cara menyapu dan mengepel masjid.

Rabu, (18/04) siang, Sang Bhabinkamtibmas yang bertugas di Subsektor Pattallassang Polres Gowa tersebut melaksanakan rutinitas tugasnya dengan sambang rutin di wilayah Desa binaanya dan di saat waktu menjelang sholat Dzuhur berusaha menyinggahi Masjid Nurul Istiglal Kec. Pattallassang Kab. Gowa.

“Sambil menunggu waktu Adzan Sholat Dzuhur kami manfaatkan dengan membersihkan menyapu lantai dan mengepel, baik di dalam maupun di teras depan masjid, ini kewajiban sebagai seorang hamba bernuat amal, Masjid rumah Allah SWT yang suci. kebersihanya harus tetap terjaga, ini semua kami lakukan dengan ketulus iklasan dan semata mata ibadah,” tuturnya Bripka M. Yusuf Sailu.

Kasubsektor Iptu H. Yuniarso membenarkan akan giat yang dilakukan jajaranya dan sangat mengapresiasi.

Dalam statement Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga SIK., M.Si mengatakan instruksinya untuk memakmurkan tempat-tempat ibadah termasuk Masjid, merupakan implementasi dari penjabaran salah satu dari program Polisi yang Promoter. (Humas Polres Gowa)

Membersihkan Mesjid atau menjadi tukang sapu di Mesjid merupakan perbuatan mulia, bagaimana tidak, Mesjid adalah tempat yang paling dicintai oleh Allah, oleh sebab itu pekerjaan ini adalah mulia dan harus dihargai.

Alangkah indahnya lagi, bila orang-orang yang memiliki kedudukan di masyarakat, untuk sesekali menyapu rumah Allah. Selain supaya masyarakat menjadi sadar akan wibawa masjid, sehingga mereka menjadi lebih sadar akan kehormatan masjid, juga untuk membuatnya menjadi lebih dekat dengan masyarakat dan mengikisifat-sifat angkuh dalam diri.

Dilansir dari muslim.or.id Bukti yang menunjukkan bahwa amalan ini adalah amalan yang mulia, sebuah hadis yang menceritakan tentang seorang perempuan berkulit hitam, yang biasa menyapu masjid di masa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Beliau berkisah tentang seorang wanita yang biasa membersihkan masjid (di masa Nabi).

Nabi shallallahu’alaihiwasallam, menanyakan tentang kabar wanita itu, para sahabat menjawab, “Ia telah meninggal.”

“Mengapa kalian tidak mengabariku? Tanya Nabi shallallahu’alaihiwasallam kepada sahabatnya.

Para sahabat mengira, bahwa pekerjaannya tersebut tidak terlalu terpandang.

Tunjukkan aku makamnya” Pinta Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

Merekapun menunjukkan makam wanita tersebut, kemudian beliau mensholatkannya” (Muttafaqun ‘ alaihi).

Sungguh mulia, sampai Rasulullah saja menyempatkan diri untuk menyolatkan jenazahnya, meski sudah dikuburkan. Sebuah kemuliaan bila orang termulia saja sampai menegur para sahabatnya, karena lupa mengabarkan perihal kematiannya. Saat beliau tahu bahwa perempuan tersebut telah dikuburkan, beliau sempatkan diri untuk tetap menyolati jenazahnya, meski sudah dimakamkan.

Setelah menukil hadis ini, Syaikh Abdullah bin Sholih Al-Fauzan dalam bukunya  al-Fawaid al-Majmu’ah menjelaskan,

“Hadis ini dalil akan utamanya pekerjaan membersihkan masjid. Karena shalatnya Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam, atas kuburan orang yang menyapu masjid tersebut, bukti bahwa perbuatan ini adalah amalan yang luhur.” (al-Fawaid al-Majmu’ah fi Syarhi Fushulil Adab wa Makaarimil Akhlaq Al-Masyruu’ah, hal. 247).

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password