Ini Pengakuan Dua Calon Bintara Polri Panda Bali Terkait Tes Psikologi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali – Sebanyak 1.889 orang terdiri dari 1596 pria dan 293 wanita sudah melaksanakan tes psikologi seleksi penerimaan calon Bintara Polri TA 2018 di Gor Purna Krida, Kerobokan, Badung pada Selasa (17/4/2018). Lembar Jawaban Komputer (LJK) yang berisi jawaban tes psikologi para peserta disimpan dalam sebuah kotak dengan tiga kunci berbeda. Dimana masing-masing kunci dipegang oleh pengawas eksternal, Itwasda dan Bidang Propam Polda Bali.

WhatsApp Image 2018-04-18 at 14.51.33Kemudian pemeriksaan LJK tes psikologi dilaksanakan di Gedung Perkasa Raga Garwita (PRG) menggunakan scanner dan disaksikan oleh para peserta seleksi, Rabu (18/4). Panitia Penerimaan Daerah (Panda) Bali membutuhkan waktu sehari untuk bisa menyelesaikan pemeriksaan dan mengumumkan hasil tes psikologi.

Direktur Polair Polda Bali, Kombes Pol. Ir. Sukandar, M.M. selaku Ketua Tim Psikologi mengatakan, scanning LJK tes psikologi melibatkan dua petugas outsourching dari CV. Smart Technology Indonesia, Isnawan Tri Widodo dan Akhmad Fadli Mukhlis. Pelaksanaannya diawasi langsung oleh anggota Himpsi Bali, Ni Made Sintya Noviana Utami, S.Psi., M.Psi., Psikolog., Paminal Mabes Polri, Itwasda dan Bid Propam Polda Bali serta pengawas eksternal terdiri dari KNPI, Ombudsman dan FKUB.

“Hal ini dilakukan untuk membuktikan kepada masyarakat dan para peserta bahwa proses rekrutmen calon anggota Polri Panda Bali sudah dilakukan secara bersih, transparan, akuntabel, humanis serta clean and clear,” kata Kombes Pol. Ir. Sukandar, M.M.

Perasaan cemas tersirat dari wajah para peserta saat menanti nilai yang muncul di layar monitor. Sebab, jumlah nilai yang didapat akan menentukan langkah para peserta untuk bisa mengikuti seleksi tahap berikutnya.

Salah satu calon Bintara Polri Kompetensi Khusus (Komsus) TI,  I Made Dony Mahardika (18)  mengaku degdegan saat mengikuti tes psikologi karena baru pertama kali mengiktui tes polisi. Ia juga mengaku merasa senang karena bisa menjawab soal dengan baik.

Laki-laki asal Kepaon, Denpasar Selatan ini mengatakan, Panitia Penerimaan Daerah Bali sudah bekerja secara transparan dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada para peserta. “Mudah-mudahan saya bisa lulus tahun ini. Menjadi seorang polisi adalah impian saya sejak kecil,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Elda Wahyu Dianti (19) yang terdaftar sebagai calon Bintara PTU (Polisi Tugas Umum) TA 2018. Ia memberi apresiasi kepada seluruh Panda Bali karena sudah melaksanakan rekrutmen secara jujur, obyektif, bersih dan transparan serta clean and clear. Dihrarapkan proses seleksi semacam ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Dijelaskannya, soal psikologi tahun ini lebih sulit daripada tahun lalu, terutama pada tes kecermatan. Meskipun demikian, dirinya optimis mendapatkan nilai yang bagus karena sudah sering mengikuti bimbingan psikologi sejak satu bulan yang lalu.

Kenapa Elda memilih menjadi Polwan? Wanita asal Dauh Puri Klod, Denpasar Barat ini dengan tegas menjawab, keinginannya menjadi Polwan merupakan panggilan hati. Keinginan menjadi anggota Korps Bhayangkara dari keinginan sendiri tanpa ada paksaan dari pihak orang tua atau orang lain.

Penulis  : I Ketut Bina Wartawan

Editor    : Raden Dwi Chandra Narisa

Publish  : I Putu Suwardhana.M

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password