Jambret di Keerom : 2 Minggu Buron, WFI Dibekuk Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Papua Keerom, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Keerom yang dipimpin Bripka Chadra Kurniawan berhasil membekuk WFI (21) didepan Pom Bensin Kamkey, Tanah hitam Abepura setelah dua minggu buron atas aksi penjambretan yang dilakukannya di Keerom pukul 23.55 Wit, Selasa (17/04).

Kapolres Keerom AKBP Muji Windi Harto, S.I.K., SH melalui Kasat Reskrim Polres Keerom Ipda Hotma P. A. Manurung, S.Tr.K saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa. “Penangkapan terhadap WFI pelaku jambret atau pencurian dengan kekerasan di depan Pom Bensin Kamkey tanah hitam Abepura merupakan hasil kerja keras dan kerjasama Tim Opsnal Polres Keerom yang dipimpin Bripka Chandra Kurniawan,” kata Kasat Reskrim.

Setelah melakukan penyelidikan terhadap aksi WFI yang dilakukannya terhadap korban RLH (15) pada Rabu (04/04) sekitar pukul 17.30 wit di jalan poros antara Arso VIII dan Arso XI Distrik arso barat Kabupaten Keerom sesuai nomor Laporan Polisi : LP/ 74 / IV / 2018 / SPKT / RES KEEROM tanggal 4 april 2018.

“Saat dibekuk didepan Pom Bensin Kamkey dan dilakukan pemeriksaan ditemukan pada WFI 1 (satu) buah hp merek nokia, 1 (satu) bungkus ganja dalam bungkusan plastik kecil dan 1 (satu) buah korek api gas sementara motor Vixion hasil kejahatannya menurut pengakuan tersangka motor tersebut diberikan kepada JR alias L yang beralamatkan di Jayapura,” ungkap Kasat Reskrim.

IMG-20180418-WA0167

Dengan keterangan tersangka bahwa hasil kejahatannya tersebut diberikan kepada JR, selanjutnya Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Keerom melakukan pencarian barang bukti (BB) hingga ke alamat dimaksud namun tidak mendapatkan hasil.

Kemudian Tim membawa tersangka ke Polres Keerom guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap WFI.

Kasat Reskrim Ipda Hotma menuturkan juga, bahwa tersangka WFI ini merupakan spesialis pencurian motor dengan cara kekerasan di seputaran Arso yang telah melakukan beberapa kali aksinya diantaranya di Arso XI dan kompleks panti asuhan salom Arso VIII untuk sementara BB motor – motor tersebut menurut pengakuan dari tersangka diberikan kepada JR alias L untuk ditukarkan/barter dengan paket ganja.

“Kami akan terus melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait jaringan kasus ini dengan melakukan upaya – upaya kerjasama baik dengan tokoh masyarakat dan instansi terkait terutama Tim Opsnal Polda Papua, Polres Jayapura dan Jayapura Kota,” tambah Kasat Reskrim.

Atas perbuatannya tersebut, Kasat Reskrim Ipda Hotma mengatakan. “Apabila benar terbukti WFI terjerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 hingga 12 tahun penjara,” tutup Kasat. (*)

Penulis : Parlan
Editor : Raden Dwi Chandra
Publish : Efer Lamba

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password