Polri Menunggu Laporan Korban Kebocoran Data Facebook Guna Mendapat Keterangan Saksi

tribratanews.polri.go.id – JAKARTA. Terkait kebocoran data pengguna Facebook di Indonesia, Polri mengimbau kepada pengguna Facebook yang merasa menjadi korban kebocoran data untuk membuat laporan polisi. Pelaporan tersebut guna membantu polisi dalam mendapatkan pengalaman korban untuk dijadikan kesaksian.

“Hingga saat ini penyidik kepolisian belum mengambil keterangan dari pengguna yang merasa datanya disalahgunakan. Untuk itu, Polri mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan ke Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Bareskrim Polri,” ujar Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. M. Iqbal, S.I.K., M.H.

“Bagi siapapun yang menerima pemberitahuan langsung dari Facebook agar menjelaskan pengalaman pribadinya secara langsung sebagai saksi,” sambungnya.

Untuk diketahui, menurutnya, tidak hanya kali pertama Facebook membuat kegaduhan. Sebelumnya, terjadi kegaduhan antara umat Muslim dan Hindu di Srilanka.

“Ini bukan kali pertama Facebook menimbulkan kegaduhan. Sebelumnya, kasus Rohingya di Myanmar yang juga dibenarkan oleh Facebook. Lalu, pertikaian antara umat Muslim dan Hindu di Srilanka menjadi semakin parah dengan adanya pemberitaan melalui Facebook,” pungkasnya.

Oleh karena itu, Polri dan Kemenkominfo menegaskan komitmennya dalam menangani masalah kebocoran data pengguna Facebook asal Indonesia.

“Polri dan Kemenkominfo sepakat untuk bekerja sama menangani masalah ini dengan serius. Sedangkan terkait ada atau tidaknya dugaan tindak pidana sangat ditentukan berdasarkan temuan fakta dan bukti yang ada di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu, penyidik berencana akan memanggil perwakilan Facebook di Indonesia guna mendapati keterangan dan konfirmasi akan isu tersebut.

(vi/lm/rp)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password