Beri Rasa Aman kepada Masyarakat, Polsek Rilau Ale Gelar Operasi Cipta Kondisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta mencegah tingkat kriminalitas kejahatan Polsek Rilau Ale menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) dipimpin oleh Kapolsek Rilau Ale Akp Andi Subhan, Kamis (12/04/18) malam.

Adapun sasaran dalam pelaksanaan kegiatan operasi ini adalah sajam (Senjata tajam), handak (Bahan peledak), narkoba dan miras, serta kelengkapan surat-surat pada kendaraan.

“Saya pesankan agar dalam pelaksanaan operasi ini agar serius, cermat dan senantiasa waspada, namun tetap mengedepankan sikap santun dan hormat terhadap masyarakat,” ucapnya.

Pada pelaksanaan operasi banyak pengendara motor yang ditemukan tidak menggunakan helm dan kemudian dilakukan pemeriksaan surat-surat penggeledahan badan dan barang bawaan serta memeriksa jok kendaraan untuk mengantisipasi benda-benda terlarang seperti sajam, miras, handak maupun obat-obatan terlarang. (Humas Polres Bulukumba)

Perlu diketahui Operasi Kepolisian adalah serangkaian tindakan Polri dalam rangka pencegahan, penanggulangan, penindakan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, dan penanganan bencana yang diselenggarakan dalam kurun waktu tertentu, sasaran tertentu, cara bertindak, pelibatan kekuatan, dan dukungan sumber daya tertentu tergantung pada informasi yang diperoleh pimpinan dalam menyusun rencana operasi.

Dilaksanakan oleh beberapa fungsi kepolisian yang beragam dalam bentuk satuan tugas (Satgas). Operasi kepolisian dikendalikan oleh Kepala Operasi dan menggunakan standarisasi operasi kepolisian untuk mengukur keberhasilannya. Polri menggunakan Perkap 9 tahun 2011 tentang Manajemen Operasi Kepolisian sebagai dasar acuannya.

Tidak hanya itu, pihak Kepolisian juga dituntut dengan tugas pokok yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 2012 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yaitu melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, serta menegakkan hukum dihadapkan dengan kondisi dan karakteristik masyarakat yang modern.

Namun penilaian masyarakat terhadap kinerja Polri yang hanya berdasarkan dengan pemberitaan TV, Koran maupun gejala tanpa mempertimbangkan kesulitan dan hambatan Polri dalam pelaksanaan tugas, terkadang menimbulkan stigma negatif, yang kemudian diekspresikan oleh sebagian masyarakat lewat sosial media (sosmed) yang berdampak makin buruknya citra Kepolisian.

Untuk menjawab semua keraguan tersebut, dapat dilakukan dengan menampilkan keseriusan dalam kerja, profesionalitas, akuntabel dan mendekatkan diri kepada masyarakat. Sehingga kehadiran anggota Polisi di tengah-tengah masyarakat, dapat betul betul dirasakan manfaatnya dalam rangka memberikan pengayoman kepada segenap masyarakat.

Istilah pengayom dalam konteks ini merupakan sebuah istilah yang bermakna perasaan tenang ketika adanya kehadiran Polisi. Jangan sampai justru kehadiran Kepolisian menimbulkan perasaan cemas, atau perasaan takut kepada masyarakat.

Penulis : Yoan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password