Sita Puluhan Obat Daftar G, Polres Gowa Amankan Dua Pemuda saat Transaksi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Unit Opsnal Sat Res Narkoba yang dipimpin langsung oleh KBO Sat Res Narkoba Ipda Hasli Duna mengamankan 2 Orang Pemuda yang telah tertangkap tangan sedang melakukan transaksi obat  daftar G yang bertempat di Pelataran Parkir sebelah selatan Lapangan Makkatang Dg Sibali, Ling. Sompu Kel. Kalabirang Kec. Pattalassang Kab. Takalar, Rabu (11/04/18).

Kedua pemuda tersebut telah di amankan bersama barang bukti yaitu obat daftar g sebanyak 43 (Empat puluh tiga) saset yang siap untuk di jual serta diamankan uang sebanyak Rp 309.000,- dan menurut pengakuan Didit dan Randi obat tersebut di ambil dari Seli yang beralamat di kab. Gowa.

Kasus yang menjerat dua pemuda diatas merupakan bukti makin maraknya peredaran obat-obatan terlarang. Perlu diketahui bahwa pengaruh dari mengkonsumsi obat ini dapat membahayakan tubuh.

Dalam bahasa Belanda, obat ini lebih dikenal gevaarlijk, dimana ketika digunakan sembarang akan berdampak meracuni tubuh atau memperparah penyakit yang ada.

Ketua Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Untan, Rise Desnita, S.Farm, M.Si., Apt  mengatakan penggolongan obat secara umum ada beberapa, mulai dari obat bebas, obat bebas terbatas dan obat keras.

Obat bebas adalah obat yang diperjualbelikan secara bebas hanya saja tetap digunakan sesuai dengan kebutuhan atau takaran. Obat bebas ditandai dengan bentuk lingkaran berwarna hijau, seperti vitamin.

Obat bebas terbatas adalah obat yang bebas didapatkan, tetapi pemakaian obat disertakan perhatian. Misalnya, perhatian obat bebas terbatas ini adalah mengantuk. Jika sudah begitu, obat jangan diminum ketika berkendaraan. Obat bebas terbatas ini ditandai dengan bentuk lingkaran berwarna biru.

Obat daftar ‘G’ disebut juga dengan golongan obat keras. Karena obat ini penggunaannya harus membutuhkan pengawasan, sehingga obat bergolongan ‘G’ ini selalu ditulis dengan resep dokter.  Obat bergolongan ‘G’ dengan bentuk lingkaran berwarna merah bergaris tepi hitam dan tulisan huruf ‘K’.

Meski termasuk dalam kategori obat keras, namun obat bergolongan ‘G’ tak melulu berada pada jenis narkoba atau psikotropika. Beberapa golongan antibiotik (penghilang rasa nyeri), seperti asam mefenamat atau ponstan untuk menghilangkan sakit gigi. Golongan obat batuk, seperti ambroksol. Obat oles, seperti antibiotik luka.

“Obat mual, serta obat diabetes juga termasuk obat bergolongan ‘G’,” ujar Sekretaris III Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Kalbar ini.

Rise menyarankan agar pasien tidak membeli obat bergolongan ‘G’ secara bebas. Termasuk pula bagi pasien yang hanya mengira-ngira penyakit yang diderita. Obat bergolongan ‘G’ ini hanya dapat digunakan sesuai dengan diagnosa. Misalnya obat diabetes, jika digunakan bukan pada pasien khusus, maka akan menyebabkan efek samping.

“Gula darah pasien akan menurun secara drastis dan membahayakan kondisinya,” tutur Rise.

Penulis : Qadri

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password