Peduli Mesjid, Kapolsek Gilireng Tanpa Gengsi Bersihkan Mesjid

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tidak semua orang mau meluangkan waktunya untuk melakukan bhakti sosial karena berbagai alasan, untuk itu kita harus bisa menumbuhkan kemauan untuk melakukan bhakti sosial kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan Kapolsek Gilireng Akp Sutarno, S.Sos sebelum melaksanakan ibadah sholat Dzuhur terlebih dahulu ia membersihkan masjid bersama anggotanya, Selasa (10/04/18).

Sementara itu H. Baso Bambang selaku Takmir Masjid Al Ikhlas mengucapkan terimakasih kepada jajaran Polsek Gilireng atas kesediaannya membersihkan masjid.

“Kehadiran pak Kapolsek berama anggotanya membersihkan masjid adalah sesuatu yang amat langka bagi kami, mudah-mudahan apa yang pak kapolsek lakukan hari ini menjadi berkah dan ladang amal, Amin”, pungkas H. Mujarot. (Humas Polres Wajo)

Apa yang dilakukan Kapolsek Gilireng Akp Sutarno memiliki keutamaan yang besar, disalin dari muslim.or.id, sebuah hadis yang menceritakan tentang seorang perempuan berkulit hitam, yang biasa menyapu masjid di masa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

Dari Abu Hurairahradhiyallahu’anhu. Beliau berkisah tentang seorang wanita yang biasa membersihkan masjid (di masa Nabi).

Nabi shallallahu’alaihiwasallam, menanyakan tentang kabar wanita itu, para sahabat menjawab, “Ia telah meninggal.”

Mengapa kalian tidak mengabariku?” Tanya Nabishallallahu’alaihiwasallam kepada sahabatnya.

Para sahabat mengira, bahwa pekerjaannya tersebut tidak terlalu terpandang.

Tunjukkan aku makamnya” Pinta Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

Merekapun menunjukkan makam wanita tersebut, kemudian beliau mensholatkannya” (Muttafaqun ‘ alaihi).

Sampai Rasulullah saja menyempatkan diri untuk menyolatkan jenazahnya, meski sudah dikuburkan. Sebuah kemuliaan bila orang termulia saja sampai menegur para sahabatnya, karena lupa mengabarkan perihal kematiannya. Saat beliau tahu bahwa perempuan tersebut telah dikuburkan, beliau sempatkan diri untuk tetap menyolati jenazahnya, meski sudah dimakamkan.

Setelah menukil hadis ini, Syaikh Abdullah bin Sholih Al-Fauzan dalam bukunya  al-Fawaid al-Majmu’ah menjelaskan,

“Hadis ini dalil akan utamanya pekerjaan membersihkan masjid. Karena shalatnya Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam, atas kuburan orang yang menyapu masjid tersebut, bukti bahwa perbuatan ini adalah amalan yang luhur.” (al-Fawaid al-Majmu’ah fi Syarhi Fushulil Adab wa Makaarimil Akhlaq Al-Masyruu’ah, hal. 247).

 

Penulis: Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password