Membangun Umat Lewat Masjid, Wakapolri Terima Penghargaan Tokoh Perubahan 2017

Tribratanews.polri.go.id – JAKARTA. Republika kembali memberikan penganugerahan Tokoh Perubahan bagi mereka yang mampu kontribusi nyata bagi bangsa dan melakukan perubahan di tengah masyarakat yang digelar di Djakarta Theater, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (10/4/2018) malam.

Ada lima tokoh yang menerima penghargaan masing-masing bergerak di bidang ekonomi, pembangunan, dan keagamaan. Kelima tokoh tersebut adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Wakapolri sekaligus Waketum Waketum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) Komjen Pol. Drs. Syafruddin, M.Si., Owner Trusmi Group Sally Giovanny, pendakwah Ustaz Abdul Somad, dan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Suprajarto.

Semasa kecilnya, Komjen Pol. Drs. Syafruddin, M.Si.yang kini menjabat Waketum PP DMI periode 2017-2022, berperan besar dalam mengembangkan DMI dari balik layar dengan memperkuat dan mengembangkan jaringan kepengurusan DMI.

“Saya melihat masjid menjadi tempat berbagai aktivitas sosial. Selain ibadah, tempat sujud itu juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi,” ungkap Wakil Kepala Polri ini. Karena itu, menurut dia, DMI bertekad untuk menjalankan visi dan misi memakmurkan masjid dan dimakmurkan masjid. Ia berharap umat Islam bisa memakmurkan masjid dengan beragam kegiatan, mulai dari ibadah, sosial, sampai kegiatan ekonomi. “Masyarakat sangat mungkin dilibatkan dalam pembangunan ekonomi dengan memanfaatkan masjid,” ujar Putra asli Tanah Mandar tersebut.

Lulusan Akabri 1985 itu menuturkan, amanah yang diemban sebagai Waketum PP DMI menginspirasi dua hal, yakni pengemban fungsi masjid sekaligus meramaikannya.  

Meskipun sudah mengunjungi dan mengagumi kemegahan masjid di berbagai negara, Putra Tanah Mandar tersebut menilai masjid di Indonesia itu unik. Karena, di negara lain masjid dan pengurusan masjid didanai oleh negara. Sedangkan di Indonesia, kepengurusan dan pembangunan masjid melalui swadaya masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah tidak bisa mengintervensi masjid. DMI hanya berkoordinasi serta mengarahkan pengurus takmir masjid, membenahi manajemen masjid, serta melakukan berbagai upaya pembenahan masjid.

(img/lm/rp)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password