Focus Group Discussion di Polres Metro Jakarta Utara

FGD polres jakut

Pada hari Kamis tanggal 5 April 2018 pukul 10.00 WIB, bertempat di Lantai 6 Ruang Serbaguna Polres Metro Jakarta Utara, Jln. Yos Sudarso No. 1 Kel. Rawa Badak Utara Kec. Koja Jakarta Utara, telah dilaksanakan Kegiatan Focus Group Discussion ( FGD ) terkait Peran Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat RT/RW, dan Organisasi Masyarakat dalam menanggulangi Hoax dan Radikalisme, di Pimpin oleh Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S,iK, M.Hum, M.S.M. dan di dampingi oleh Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Utara AKBP Ramlin Jamal, SH, MH, Narasumber Pemaateri Subdit Syaiber Craime Polda Metro Jaya, Kompol Hadi Setiawan, dan Ketua MUI Jakarta Utara Kiyai H Ibnu Abidin, LC. Peserta sebanyak sekitar 80 orang terdiri dari Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan pengurus Organisai Masyarakat Jakarta Utara.

Acara dibuka oleh Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S,iK, M.Hum, M.S.M. mengatakan :

kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema Peran Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat RT/RW, dan Organisasi Masyarakat dalam menanggulangi Hoax dan Radikalisme, oleh karena itu, dihimbau dan diharapkan kepada segenap Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, dan elemen masyarakat lainnya untuk bersama-sama menjaga keutuhan NKRI, masyarakat yang majemuk berbinneka tunggal ika, sebagai bentuk tanggung jawab amanah dari pendahulu para pendiri negara Indonesia tercinta ini, dengan melaksanakan tugas sebaik mungkin, mengembangkan sikap toleransi , saling menghargai, satu dengan yang lainnya.

Narasumber Subdit Syaiber Craime Polda Metro Jaya, Kompol Hadi Setiawan memaparkan :

Radikalisme dan terorisme serta berita bohong debngan mengatas nama agama adalah fenomena yang tidak dapat dipungkiri apapun penyebabnya, namun mengapa ada orang yang mau bergabung pada kelompok-kelompok radikal dan bahkan mau menjadi martir untuk melakukan terorisme.

Salah satu cara pencegahan adalah dengan soft approuch tidak mendahulukan pendekatan kekerasan, terutama juga dengan mengawal para teroris yang ada di dalam lapas dan yang sudah keluar dari lapas, kita kalah dalam penyebaran dakwah Islam rahmatan lil alamin, dibandingkan dengan bulletin-bulletin yang disebarkan oleh mereka, untuk itu kita harus secara aktif turut mendamaikan, Intoleransi berakar dari pemahaman agama yang keliru dan sesat serta tekstual.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password