150 Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Semarang Kunjungi Polda Bali

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali – Sebanyak 150 orang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Semarang berkunjung ke Polda Bali. Kedatangannya diterima Direktur Intelkam Polda Bali, Kombes Pol. Akhmad Jamal Yuliarto, S.I.K., M.Si. didampingi Wadir Binmas Polda Bali, AKBP Ni Wayan Sri Yudayatni, S.I.K. di Gedung Rupatama Polda Bali, Senin (9/4/2018).

Selama melaksanakan kunjungan, ratusan mahasiswa ini diberikan pengenalan tentang institusi Polda Bali dalam memfilterisasi kebudayaan asing yang masuk di Bali. Selain memberikan pengetahuan tentang implementasi kewenangan hukum pidana dalam penyelesaian hukum yang dilakukan oleh orang asing, pihak Direktorat Binmas Polda Bali juga menjelaskan tentang penanganan tindak pidana terorisme serta kerjasama internasional dalam penanganan kejahatan antar negara (transnational crime).

Dalam sambutannya, Kombes Pol. Akhmad Jamal Yuliarto, S.I.K., M.Si. mengatakan, Bali merupakan suatu wilayah atau provinsi yang memiliki karakteristik geografis dan aspek budaya yang khas, sehingga berbeda dengan wilayah lain di Indonesia. Hal ini juga berpengaruh pada karakteristik gangguan Kamtibmas maupun penegakan hukumnya.

Keindahan alam dan keunikan adat budayanya membuat para wisatawan tertarik dan berbondong-bondong datang ke Bali. Bahkan dengan didukung kondisi Kamtibmas yang kondusif, membuat para pengelola Event Organizer (EO) sering menyelenggarakan event-event penting di Bali termasuk pelaksanaan IMF-WB Annual Meeting pada bulan Oktober mendatang.

“Hal ini yang memunculkan berbagai hakekat ancaman Kamtibmas. Yang paling menonjol adalah ancaman terhadap bahaya terorisme sebagaimana yang pernah terjadi pada peristiwa bom Bali pada tahun 2002 dan 2005 serta penyelundupan narkotika yang dilakukan orang asing melalui pintu masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai,” kata Kombes Pol. Akhmad Jamal Yuliarto, S.I.K., M.Si.

Dijelaskannya, dalam rangka mengantisipasi hakekat ancaman Kamtibmas dan penegakan hukum tersebut, Polda Bali telah berupaya melakukan berbagai kegiatan dengan mengedepankan intelijen dalam rangka early warning detection (peringatan dini). Dengan mengumpulkan data untuk diolah menjadi informasi, maka akan bermanfaat untuk upaya cegah tangkal gangguan Kamtibmas ataupun pelanggaran hukum yang berpotensi gangguan.

Tidak hanya itu, Polda Bali juga mengedepankan Fungsi Pembinaan Masyarakat (Binmas). Dengan berbagai taktik dan tehniknya, Direktorat Binmas Polda Bali melakukan kegiatan pendekatan untuk mengantisipasi potensi gangguan (PG) agar tidak berkembang menjadi ambang gangguan (AG).

Sedangkan dari sisi pencegahan, Polda Bali mengedepankan Fungsi Sabhara ataupun fungsi lain yang memiliki tugas mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas dan pelanggaran hukum untuk mencegah ambang gangguan agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata. Pada kegiatan ini dilakukan pengaturan, penjagaan,  pengawalan dan patroli (Turjawali).

“Intinya adalah penegakan hukum di Bali dilakukan melalui tiga pendekatan yaitu pendekatan preemtif, preventif dan represif. Disamping itu, sesuai Undang-Undang bahwa keberadaan institusi kepolisian tidak hanya mendapat legitimasi moral, tetapi lebih jelas lagi yaitu melakukan tindakan yuridis. Polri dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungan strategis terutama berkembangnya tuntutan keadilan restorasi (restorative justice),” terang perwira lulusan Akpol tahun 1990 ini.

Penulis  : I Ketut Bina Wartawan

Editor    : Raden Dwi Chandra Narisa

Publish  : I Putu Suwardhana.M

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password