Narkoba di Kota Kediri : Ringkus Jaringan Pengedar Pil Koplo Bertato

Tribratanews.polri.go.id, Polreta Kediri RWS  alias Black (20)  warga Jalan  Lingkar Maskumambang Kelurahan Rt.34/Rw.10 Kecamatan Mojoroto Kota Kediri diringkus anggota Satresnarkoba. Dari penangkapan tersangka polisi juga berhasil mengamankan KB (16) warga Bandar Kidul dengan barang bukti 1.285 pil koplo

Tersangka sendiri diamankan di rumahnya pada Sabtu (31/3) dini hari, selain mengamankan tersangka, petugas juga mengamankan tersangka lain yang merupakan jaringan diatasnya. Pelaku tersebut adalah SE (28) alias Petal warga Dusun/Desa Sanan Rt.001/Rw.001 Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk

Barang bukti yang diamankan dari ungkap kasus ini yakno  80  butir pil doubel L.  Uang tunai hasil penjualan pil dobel L sebesar Rp.120.000. 1 unit  Handphone merk Smartfren warna Hitam Putih disita dari terlapor RWS  . Uang tunai sisa hasil penjualan pil dobel L sebesar Rp. 200.000. Dan 1 Unit Handphone merk Nokia warna Silver disita dari terlapor SE.

“Ungkap kasus ini dilakukan pada i Sabtu tanggal 31 Maret 2018 sekira pukul 05.30 WIB. Petugas melakukan penangkapan terhadap  RWS  berdasarkan informasi dari masyarakat merupakan pengedar Narkoba jenis Dobel L. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap *RWS  mengaku mendapatkan pil dobel L dari SE.  selanjutnya dilakukan pengembangan  penangkapan terhadap SE pada hari yang sama jam 10.00 WIB di sebuah Rumah kost di Kelurahan Bandar Kidul Kecamatan Mojoroto Kota Kediri,” kata AKP Siswandi Kasat Resnarkoba Polresta Kediri, Senin (2/4).

Masih menurut AKP Siswandi  dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa pil dobel L sebanyak 80  butir , Uang tunai hasil penjualan pil dobel L sebesar Rp.120.000 dan 1 unit handphone merk Smartfren warna Hitam Putih disita dari RWS.

“Sedangkan pada penggeledah terhadap terlapor SE ditemukan barang bukti berupa uang tunai  sisa hasil penjulan pil dobel L sebesar Rp.200.000 dan 1 Unit Handphone merk Nokia warna Silver.  Selanjutnya untuk terlapor RWS  dan terlapor SE  beserta barang bukti yang ada di amankan ke Polresta Kediri  untuk proses lebih lanjut,” tambahnya.

Tersangka diduga melanggar tindak pidana tanpa kewenangan dan keahlian mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar atau syarat keamanan sebagaimana dimaksud dalam pasal 196 yo pasal 98 ayat (2) UURI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan ancaman pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun.

Penulis      : Didik

Editor         : ALFIAN NURNAS

Publish      : Didik

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password