Satgas Nusantara Polda Sulteng Melaksanakan Safari Jumat Keliling, Ini Pesan Wakapolda

Tribratanews.polri.go.id- Polda Sulteng, Tolitoli. Bertempat di Masjid Baiturrahim Jl. Masjid Raya Palu, personil Polda Sulteng yang dipimpin oleh Wakapolda Sulteng KBP, Drs. Aris Purnomo melaksanakan kegiatan Safari Jumat, Jumat, (6/4/2018).

Dalam Kesempatan tersebut, KBP Drs. Aris Purnomo ditemani oleh Dir Binmas Polda Sulteng KBP Yusuf Hondawantri Naibaho, SH. M.Si, KA SPKT Polda Sulteng AKBP Sakka, Kasubdit Binpolmas AKBP Amma, Kabagren Polres Palu Kompol Sudjoko SH, Kabag Ops Polres Palu Akp Sulardi, SH, Kasat Binmas Polres Palu Akp Widodo Sugiharto, Kapolsek Palsel Kompol Mal Sukri, SH, serta diikuti anggota Bhabinkamtibmas.

49b2d293-07a1-4913-b686-ce73f9f3a6b1

Diawali dengan adzan yang dikumandangkan oleh Brigadir Rahman, Anggota Lantas Polsek Palu Selatan, Shalat Jumat yang dihadiri 750 warga kota Palu berlangsung hikmad.

9785b382-613e-4162-b940-7957e22c5d91

Di akhir shalat, Wakapolda memberikan pesan terkait Hoax, Kebhinekaan dan Jauhi Narkoba.

Wakapolda menjelaskan bahwa Hoax amat berpotensi menjadi alat pemecah-belah bangsa. Dengan menyebar sebanyak-banyaknya hoax terutama tentang isu yang sensitif, Wakapolda berujar, maka gesekkan antar masyarakat makin panas.

“Silang argumen dan adu cacian pun terjadi. Masyarakat dibuat menjadi saling tidak percaya, antar institusi saling mencurigai, dan target utamanya adalah membuat masyarakat kehilangan kepercayaan dan kepatuhan kepada pemerintah,” tukasnya.

Wakapolda mengajak masyarakat untuk berbaik sangka, menjauhi pergunjingan, fitnah, dan kebohongan.

Bila hoax dijauhi dan perbuatan baik diperbanyak, kata Wakapolda, maka Indonesia akan semakin baik dan bangsa Indonesia akan terjaga dari fitnah, musibah, dan bencana perpecahan.

Selain itu, Wakapolda juga menghimbau kepada masyarakat agar mencintai kebhinekaan yang telah lama menjadi ciri khas dan pemersatu bangsa Indonesia.

“Kebhinekaan adalah tonggak pemersatu bangsa yang harus dipandang dengan kebanggaan, kebanggaan karena kita bisa terlepas dari paham primordialisme sempit yang menanggap ras, adat, dan agama lain lebih rendah dibanding milik diri pribadi.”

“Tak hanya penyebaran hoax yang dapat meruntuhkan kebhinekaan, penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu penyebab utama yang dapat merusak bangsa, hilangnya rasa simpati, arogansi yang tinggi, dan tindak kejahatan akibat narkoba juga dapat merusak generasi penerus bangsa,” ungkap Wakapolda.

“Oleh karena itu, kami memohon kepada bapak – bapak sekalian agar saling mengingatkan, baik itu kepada keluarga, kerabat, dan anak – anaknya untuk menjauhi hal tersebut demi keutuhan bangsa dan terciptanya kehidupan yang makmur di tanah Indonesia ini,” tandas Wakapolda.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password