Polresta Manado Sita Ribuan Pasang Sepatu Bermerk

Tribratanews.polri.go.id, Polda Sulawesi Utara – Polresta Manado menyita ribuan pasang sepatu dari sejumlah toko. Penyitaan tersebut diduga karena adanya tindak pidana pelanggaran hukum tentang merk.

“Penyitaan berdasarkan Laporan Polisi yang dibuat Kuasa Hukum CV Nike Invante dan Converse Inc pada 7 Maret lalu,” ujar Wakapolresta Manado, AKBP Arya Perdana pada Conferensi pers di Mapolresta Manado, Rabu (4/4/2018).

Wakapolresta yang didampingi Kasat Reskrim AKP Wibowo Sitepu mengatakan, dari laporan itu disebutkan ada 7 toko di Manado yang telah melakukan tindak pidana pelanggaran merek. Dimana, sepatu yang dijual memiliki kesamaan dengan barang merek Nike dan Converse yang asli.

“Pihak pelapor telah mengumpulkan bukti terlebih dulu dengan cara melakukan pembelian di 7 toko tersebut sejak 2 Februari hingga 6 Maret. Dari bukti itulah mereka melapor pada 7 Maret,” terang Wakapolresta Manado.

Sementara barang bukti yang diamankan adalah 1042 pasang sepatu Nike, 6 tanpa pasangan dan 7,5 kodi. Kemudian 31 pasang kaos kaki Nike, 16 buah kaos Nike, 2 buah sweater Nike, 1 buah topi Nike dan 450 pasang sepatu merek Converse.

“Total kerugian materiil dari tindak pidana ini diperkirakan mencapai Rp 1 milliar,” ungkap Wakapolresta Manado.

Tujuh toko tersebut adalah Toko J, R, F, B, J dan SAU di Kompleks Pertokoan Pusat Kota Manado di Kelurahan Pinaesaan Kecamatan Wenang. Satu toko lainnya adalah Toko P yang berada di Manado Town Square (Mantos) III.

Sedangkan tujuh pelaku adalah AT (30) pemilik toko J, warga Desa Poopo Barat Kecamatan Passi Timur Kabupaten Bolmong, SAY (38) pemilik toko R, warga Dendengan Luar Kecamatan Paal Dua. Kemudian FA (41) pemilik toko F, warga Bolangitang II Kabupaten Bolmut.

Selanjutnya LL (48) karyawan toko B, warga Paal Dua Kecamatan Paal Dua, SJR (47) pemilik toko J, warga Tikala Baru Kecamatan Tikala, HW (49) pemilik toko S4U, warga Jelambar Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat dan RMY (22) karyawan toko P Mantos, warga Desa Bulung Pinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan Sulteng.

Ketujuh pelaku ini terancam Pasal 102 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merk dan Indikasi Geografis (dalam pengembangan Pasal 106 (kegiatan dagang tanpa izin dagang) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan).

“Ancaman hukumannya setahun penjara,” pungkas mantan Kapolres Minahasa Selatan ini.

Kasat Reskrim AKP Wibowo Sitepu menambahkan penyitaan dilakukan setelah pihak penyidik yang melaksanakan giat operasi, menemukan bahwa benar adanya kegiatan memperdagangkan barang yang memiliki persamaan dengan barang Merk Nike dan Converse yang asli di ketujuh toko tersebut.

“Sekarang memang kasusnya dalam status sidik, dan masih menunggu hasil pemeriksaan ahli, meski sebelumnya sudah ada hasil pemeriksaan ahli dari Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI yang menyatakan benar ditemukan adanya tindak pidana merk sebagaimana yang dilaporkan oleh pihak kuasa,” terang Kasat Reskrim.

Sementara berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Manado, menyebutkan dari ketujuh toko yang melanggar, 4 toko memiliki SIUP dan Ijin Dagang, sedangkan 3 toko lainnya tidak memiliki.

Penulis: Pri
Editor: Alfian
Publish: Rony

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password