Polres Kapuas Hulu Ungkap Kasus Narkoba Dengan Tersangka WNA Malaysia

Tribratanews.polri.go.id Polda Kalbar Polres Kapuas Hulu – Polres Kapuas Hulu kembali mengungkap kasus narkoba. Kali ini satu Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia ditetapkan tersangka.

Kapolres Kapuas Hulu,  AKBP Imam Riyadi S.IK, MH menuturkan pada hari Sabtu tanggal 24 Maret 2018 sekira pukul 01.45 wib, Kanit Intelkam Polsek Badau mendapat informasi bahwa ada 3 orang WNA asal Malaysia sedang minum di cafe Lia Simpang 3 dusun Mentari, desa Sebindang, kecamatan Badau. Kanit Intelkam kemudian langsung menghubungi Briptu Indra untuk monitoring. “Ternyata ke 3 orang tersebut berada di cafe milik sdri Fadila, ketika hendak pulang pada pukul 02.00 wib, dilakukan pemeriksaan oleh Aipda wan Mansur dan Briptu Indra. Setelah dilakukan penggeledahan didapati 2 paket yang dikemas dalam pipet warna biru yg diduga sabu berada didalam tas milik saudara RG Anak LABANG didalam bungkus rokok ERA,” papar Kapolres.

Selanjutnya memanggil regu piket yaitu Aipda M Arif dan Bripka Masni untuk membawa dan mengamankan serta memeriksa lebih lanjut ke 3 WNA asal Malaysia tersebut di kantor Polsek Badau. “Selanjutnya terhadap RG bersama rekannya dan barang bukti dibawa ke Mako Sat Narkoba Polres Kapuas Hulu,” papar Kapolres.

Setelah dilakukan proses penyidikan ditetapkan satu tersangka, yakni RG (17) Anak LABANG, warga Lubuk Antuk, Sarawak Malaysia. Sementara B (27) Anak SUKA, S (40) yang juga warga Lubuk Antuk Sarawak Malaysia hanya saksi.

Terkait barang bukti yang diamankan, 2 paket narkotika diduga sabu dalam gulungan pipet warna hijau, 1 iPhone warna hitam, 1 buah HP merk Nokia warna hitam, 2 buah tabung kaca, 1 buah pipet menyerupai alat hisap, 1 Bungkus rokok merk ERA, 3 buah Korea api gas warna merah hijau dan hitam putih, 1 buah kartu identitas, 1 buah kartu ATM, 1 buah dompet warna coklat, 1 buah tas warna coklat dan uang sebanyak Rp 7 ribu estemasi dari pecahan uang 1 RM 2 lembar dan 5 RM 1 lembar.

Kapolres menambahkan,  tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1), dan atau pasal 112 ayat (1), dan atau pasal 127 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Ancaman 5 tahun penjara, ” tuntas Kapolres.

Penulis : Anes/Jaspian
Editor : Alfian N/Nanang Purnomo
Publish : Ilmy

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password