Pembunuh Petani di Desa Baebunta Akhirnya Dibekuk Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Unit Resmob polres Luwu Utara bersama Polsek Baebunta berhasil membekuk pelaku pembunuhan yang terjadi di Dusun Pajongngaan Desa Baebunta Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara.

Gidion Luter alias Gedi (25) Pelaku pembunuhan berhasil dibekuk di BTN Nyiur kota palopo yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Baebunta IPTU Budi Amin, S.Sos Serta IPDA Rodo P. Manik dengan dibantu oleh Resmob res Polres Palopo sekitar pukul 03.30, Minggu (25/3/18).

Kapolsek Baebunta IPTU Budi Amin , S.Sos mengatakan Korban bernama Jonggo Alias Papa Mela (44) yang bekerja sebagai petani ditikam pada bagian dada oleh pelaku.

“Awalnya pelaku bersama temannya Alfred, Mujur,Rian dan Innong meminum minuman keras jenis Ballo di rumah Beni sekitar pukul 20.00 tidak lama kemudian pelaku minta pamit dengan alasan orang tuanya sakit.

Setibanya di rumah, pelaku mendapati korban bersama teman-temannya disekitar rumah pelaku, karena usai meminum minuman keras dilokasi yang berbeda suara korban dan temannya tak terkontrol yang dapat mengganggu orang tua pelaku yang sedang sakit, pelaku menegur korban untuk tidak ribut namun korban tidak menerima karena dirinya dan teman-temannya tidak merasa membuat keributan hingga akhirnya terjadi perdebetan,” ujar IPTU Budi Amin.

IPTU Budi Amin melanjutkan sebelumnya terjadi perselisihan tetapi berhasil dilerai oleh temannya kemudian korban pulang. Tidak lama kemudian korban datang kembali dan keduanya saling berhadapan.

“Saat berhadapan, pelaku memegang sebilah pisau dan langsung menikam dada korban,” kata Budi Amin.

Dari sisi psikologis hingga kenapa orang begitu berani mengahabisi nyawa korbannya yakni diurutan pertama adanya pribadi yang terlalu obsesif , pada kondisi ini boleh dibilang biasanya dialami oleh orang-orang yang belum dewasa dan butuh perhatian lebih. Sehingga ketika mereka kehilangan rasa cinta dan kasih sayang, maka dalam pikirannya kekerasan adalah jalan terakhir untuk menyudahi semuanya.

Mereka yang terlalu Agresif juga sangat berisiko melakukan tindakan kekerasan juga pembunuhan. Seolah-olah tak ada rasa takut dalam diri mereka. Orang dengan sifat agresif cenderung spontan dan berani. Orang-orang tipe ini mudah terpancing dalam kemarahan, sehingga tak segan untuk melakukan tindakan kekerasan pada orang lain.

Orang yang tertutup juga berbahaya. Orang dengan tipe tertutup boleh dibilang jarang berinteraksi dengan orang lain, sehingga ketika mereka kesal akan sesuatu hanya akan dipendam seorang diri. Bahayanya kemarahan yang menumpuk bisa saja meledak ketika masalah besar yang dia hadapi sudah menemui jalan buntu. Kadang kondisi demikian memaksa orang untuk berbuat kekerasan pada orang lain.

Menjadi pendendam, juga dapat memunculkan berbagai persoalan baru dikemudian hari. Ketika dia merasa disakiti maka dia dapat membalas rasa sakit hai itu dengan sesuatu yang lebih kejam dari apa yang dia alami.

Rasa Trauma yang mendalam juga dapat menyebabkan terjadi tindak kekerasan dan pembunuhan. Pengalaman-pengalam buruk dimasa lampau membuat seseorang berusaha melindungi dirinya sendiri dari hal-hal buruk yang dia anggap dapat hadir kembali di kehidupannya.

Itulah beberapa kondisi psikososial yang sangat mungkin mempengaruhi seseorang hingga akhirnya tega membunuh orang lain di sekitar mereka. Tentunya masih banyak motif pembunuhan lain. Bahkan motif politik, SARA, faktor ekonomi pun bisa menjadi faktor tindak kekerasan hingga pembunuhan, belum juga termasuk berbagai persoalam kehidupan yang bisa menjadi pemicu begitu entengnya orang tanpa rasa takut untuk membunuh sesamanya.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password