Ini Yang Disampaikan Kapolda Bali saat Menghadiri Tabligh Akbar di Masjid At-Taqwa

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali, Ribuan umat Islam mengikuti kegiatan Tabligh Akbar di Masjid At-Taqwa Polda Bali, Jalan WR. Supratman, Denpasar, Jumat (23/3/2018). Tabligh Akbar digelar dalam rangka memperingati Hari Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H. dengan mendatangkan Ust. Fikri Haikal MZ dari Jakarta untuk memberikan ceramah keagamaan kepada para jamaah.

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, Ketua Bhayangkari Daerah Bali, Ny. Barbara Golose, Pejabat Utama Polda Bali yang beragama Islam, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo, S.H., M.H., Ketua MUI Provinsi Bali dan para ulama.

Tabligh Akbar diawali dengan pembacaan Ikrar Anti Hoax oleh Kompol H. Muhammad Taofiq, S.H., M.H. dan ditirukan seluruh jamaah. Adapun isi ikrar tersebut yaitu “Kami Jamaah Masjid At-Taqwa Polda Bali Anti Hoax, Anti Ujaran Kebencian, NKRI Harga Mati”. Usai pembacaan ikrar dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran.

Dalam sambutannya, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengatakan, kegiatan dengan tema “Dengan Hikmah Peringatan Isro’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam Kita Tingkatkan Soliditas dan Ukhuwah dalam Keberagaman Demi Tegaknya NKRI”. Tema ini sangat penting dan sejalan dengan nilai Islami bahwa dalam Isro’ Mi’raj terkandung perintah langsung dari Tuhan Yang Maha Kuasa berupa perintah Sholat yang merupakan rukun Islam sekaligus merupakan pondasi dalam kehidupan beragama dan berbangsa.

“Terkait beragama dan berbangsa, para pendiri kita yang lebih dominan tokoh-tokoh Islam, sudah sepakat mendirikan bangsa Indonesia dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu tidak ada kebenaran yang kedua,” kata Kapolda Bali.

Jenderal bintang dua di pundak ini menambahkan, pesatnya kemajuan teknologi informasi saat ini menyebabkan perubahan fundamental di tengah masyarakat, ada yang bersifat positif maupun negatif. Dari beberapa media baik media sosial maupun media konvensional, bahwa di beberapa wilayah di Indonesia banyak orang yang sudah ditangkap karena kelatahan menggunakan jari-jarinya dalam menggunakan media sosial.

Begitu mendengar sesuatu, langsung masuk kepikirannya, menggerakkan jarinya untuk mem-forward kemana-mana. Hal tersebut tanpa disadari dapat menyinggung perasaan orang, bahkan bisa sampai membuat kegaduhan yang saat ini sering disebut dengan berita hoax (berita bohong) maupun hate speech (ujaran kebencian).

“Berita hoax dan hate speech ini tentunya tidak sesuai dengan ajaran agama manapun. Kita semua telah merasakan kedamaian hidup di negara yang sangat menghormati perbedaan khususnya di Pulau Dewata ini. Tentunya kita tidak menginginkan perdamaian ini dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya.

“Saya juga senang, tadi ada penyampaian ikrar bahwa jamaah disini anti hoax dan anti hate speech. Perbedaan bukan jadi ukuran selama kita hidup di Pulau Bali karena Bali adalah Pulau Toleransi. Mari bersama-sama mengkumandangkan indahnya perbedaaan untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” sambung jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini.

Oleh sebab itu pada momentum peringatan Isro’ Mi’raj, seluruh umat muslim di Bali dapat menjadi contoh dan panutan dalam menjaga toleransi antar sesama umat. Melalui penggunaan media sosial yang cerdas dan bijaksana sehingga penyebaran berita yang bersifat hoax dapat diminimalisir. “Mari kita bersama-sama menjaga situasi Bali agar tetap aman dan kondusif terutama menjelang Pilkada serentak 2018 yang saat ini sedang berlangsung,” imbuhnya.

Penulis : Bina Wartawan

Editor   : Swanjaya

Publish : Adhitya Yoga

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password