Polda Jateng Ungkap Sindikat Pengemudi Taksi Online Yang Gunakan Order Fiktif.

tribratanews.polri.go.id-JATENG. Sindikat pengemudi taksi online Grab yang menggunakan modus order fiktif dengan memanipulasi aplikasi pemesanan untuk memperoleh keuntungan dari praktik ilegal di wilayah Jawa Tengah diamankan Subdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah.

Kasubdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Teddy Fanani, saat melakukan konferensi pers menerangkan, Polisi mengamankan seorang hacker TNF (32) dan tujuh pengemudi operator yakni B (46), A (21), J (37), IF (20), H (22), I (21), dan K (31). Kedelapan orang tersebut, sengaja datang ke Pemalang dan beroperasi di sana dengan memanfaatkan orderan fiktif.

“Para pengemudi ini membawa beberapa ponsel yang digunakan untuk memesan dan menerima pesanan. Jadi bisa pesan dan diterima sendiri oleh para pengemudinya,” sambung AKBP Teddy.

Selanjutnya, Kasubdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jateng, menambahkan, terdapat 53 akun driver yang digunakan untuk memanipulasi order fiktif. Dalam setiap delapan pesanan, maka mitra akan memperoleh insentif Rp 80 ribu yang harus dibayarkan oleh Grab.

“Dari 53 akun tersebut, Grab dirugikan sekitar Rp 4,2 juta per hari. Sudah sekitar enam bulan beroperasi para ghost driver ini. Kerugian pihak Grab diperkirakan mencapai Rp 6 miliar.” jelas AKBP Teddy.

(fr/lm/rp)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password