Cabuli Anak Dibawah Umur, Pelaku Diringkus Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Lampung.  Seorang Kakek berumur 55 tahun inisial NUR warga Kp. Banjar Baru Kec. Baradatu Kab. Way Kanan diamankan  Polisi karena diduga melakukan perbuataan cabul terhadap anak dibawah umur.

Unit PPA (perlindungan perempuan dan anak) satreskrim Polres Way Kanan, berdasarkan  laporan korban, Anggrek (13)  bukan nama sebenarnya yang masih duduk dibangku sekolah menengah pertama yang ada di Kab. Way Kanan didampingi orang tua atas laporan tersebut melakukan penyelidikan.

Kapolres AKBP Doni Wahyudi, S.Ik  melalui Kasat Reskrim AKP Yuda Wiranegara menjelaskan dugaan tindak pidana pencabulan berhasil diungkap oleh orang tua korban setelah Anggrek menceritakan kejadian yang dialami. Lebih Lanjut Kata AKP Yuda bahwa korban mengakui telah di setubuhi oleh tersangka pada hari lupa bulan Desember 2017 pukul 14:00 WIB setelah pulang dari Sekolah, saat itu korban menumpang menonton TV di rumah tersangka di Kp. Banjar Baru Kec.Baradatu Kab.Way Kanan, lalu tersangka memaksa korban dan melakukan tindakan asusila sebanyak dua kali, sampai  tak sadarkan diri (Pingsan) serta pelaku mengambil foto bugil korban, menggunakan Handphone mito tipe 660 milik pelaku, untuk mengancam agar bungkam tidak menceritakan kejadian tersebut, akibat kejadian tersebut korban mengalami sakit pada bagian intim, depresi, dan malu. sehingga korban melapor ke PPA Polres Way Kanan pada hari senin (19/03/18).

Pelaku berhasil dibekuk di rumah tanpa perlawanan oleh jajaran tim opsnal satreskrim Polres Way Kanan pada hari senin, 19-03-2018 jam 22.00 WIB, di tangkap dirumahnya di Kp. Banjar Baru Kec. Baradatu Kab. Way Kanan tanpa perlawanan.  Dari penangkapan pelaku juga mengamankan barang bukti berupa satu helai baju kaos pendek  warna coklat, satu helai singlet warna putih, satu helai BH warna ungu, satu helai celana panjang motif kotak-kotak warna coklat, satu helai celana dalam warna orange milik korban dan HP mito tipe 660 warna hitam milik pelaku,” Kata AKP Yuda.

Atas kasus tersebut, pelaku harus mendekam balik jeruji besi polres, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya dapat terancam, dengan Pasal 81 (1), (2) dan atau Pasal 82 UU RI No.17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dipidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun.

Penulis  : Adi Pranoto / Polres Way kanan

Editor    : Alfian Nur

Publish  : Oto adi

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password