Usai Tikam Korbannya dengan Badik, Pria Ini Lari Kerumah Orangtua

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Pelaku penikaman yang terjadi di Jalan Goa Ria dengan menggunakan badik model bugis diringkus Resmob Polsek Biringkanaya, Senin (19/03/18).

Resmob Polsek Biringkanaya dipimpin oleh Panit 2 Reskrim Ipda Muhtar Judu melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan pelaku yang melarikan diri di rumah orang tuanya di Kabupaten Maros.

Lelaki AR (24) warga Jalan Poros Maros diamankan di Polsek Biringkanaya lengkap dengan barang bukti badik model bugis yang digunakan untuk menikam korban.

Kasubbag Humas Polrestabes Makassar Kompol La Ode Idri mengatakan tersangka penikaman diamankan di Polsek Biringkanaya.

“Tersangka menikam korban menggunakan badik yang mengakitbatkan luka robek pada lengan kanan korban” Ucap Kasubbag Humas.

Hingga saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Polsek Biringkanaya guna penyelidikan lebih lanjut. (Humas Polrestabes Makassar)

Banyak faktor yang menyebabkan orang tega melakukan penganiayaan walau hanya persoalam sepeleh, diantaranya :

1.Hasad dengki berlaku disebabkan perasaan tidak senang hati satu  pihak disebabkan kelebihan yang ada pada pihak lain yang tidak ada padanya.

2.Tamak berlaku disebabkan sikap tidak mau kelebihan yang  ada pada dirinya dimiliki juga orang lain. Ini juga disebabkan sikap tidak mahu sesuatu peluang didahului oleh orang lain.

3.Tidak berupaya melawan nafsu. berlaku disebabkan emosi atau nafsu yang memuncak sehingga dirinya dikuasai oleh nafsu.

4.Dendam atau cemburu berlebihan. berlaku disebabkan seseorang itu merasakan bahwa dia tidak atau kurang diberi perhatian atau merasakan orang lain mendapat layanan yang lebih daripadanya.

Dalam Islam kita dilarang menganiaya atau menzalimi orang sebab kezaliman akan menjadi kegelapan di akhirat kelak, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Takutlah kalian berbuat zalim, karena kezaliman itu menjadi kegelapan demi kegelapan di hari kiamat” (HR. Muslim).

Kezaliman juga adalah kebangkrutan di akhirat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah pertanya kepada para sahabat, “Tahukan kalian siapa itu orang yang bangkrut?”, Mereka menjawab:

“Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak lagi memiliki uang dan barang”.

Beliau lalu menerangkan:

“Sesungguhnya orang yang bangkrut diantara umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amal shalat, puasa dan zakat. Disamping itu, ia juga membawa dosa mencaci maki, menuduh, mengambil harta orang lain, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Maka tiap-tiap orang yang dizaliminya dibayar dengan amal baiknya. Kalau habis amal baiknya, sedangkan tanggungannya belum terbayar, maka diambil sebagian dari dosa-dos mereka lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam api neraka” (Hr. Muslim)

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password