Sempat Terlibat Aksi Kejar-kejaran, Pelaku Begal Akhirnya Ditangkap Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Reskrim Polsek Mamajang sekitar pukul 16.30 wita berhasil meringkus seorang pelaku begal (Pencurian dengan kekerasan) yang terjadi di Jalan Mappaodang, Senin (19/03/18).

Reskrim Polsek Mamajang  dipimpin oleh Ipda Syamsu Bahri meringkus tersangka RM (32) yang diduga telah melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap korbannya di Jalan Mappaodang Makassar.

“Tersangka RM sedang berada dirumah salah seorang kerabatnya saat diringkus oleh tim reskrim Polsek Mamajang,” ucap Ipda Syamsu Bahar.

Penangkapan yang sempat melibatkan kejar – kejaran antara tersangka dan Polisi akhirnya berujung saat Polisi melepaskan tembakan pada kaki tersangka untuk menghentikan perlawanan dari tersangka.

Setelah berhasil menangkap tersangka RM dan mengamankan barang bukti berupa badik yang digunakan tersangka pada korbannya, Polisi langsung membawa tersangka ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum membawanya ke Polsek Mamajang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Saat diintrogasi oleh Polisi, tersangka RM akhirnya mengakui bahwa dirinya telah melakukan pencurian  terhadap korbannya pada tanggal 02 desember 2017 tahun lalu di Jalan Mappaodang Makassar sekitar pukul 14.15 wita dan mengancam korbannya dengan menggunakan badik.

Kini tersangka RM mendekam dibalik jeruji tahanan Polsek Mamajang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan masih menjalani proses hukum yang lebih lanjut.

Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia, Priadi Permadi mengatakan, fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password