Polda DIY Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Gendam

tribratanews.polri.go.id -PoldaDIY, menggelar konferensi pers Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan, Senin 19/03/2018. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras Tim Progo Sakti Polda DIY bersama Resmob Polresta Yogyakarta dan Resmob Polres Bantul.

Pada Jumat (16/3/2018) pagi Tim Gabungan berhasil mengamankan dua orang diduga pelaku tindak pidana pencurian di halaman parkir RS Bethesda Gondokusuman Yogyakarta . Penangkapan ini berawal dari peristiwa yang menimpa salah seorang Dosen PTN di Jogja. pada Kamis (8/3) yang lalu di RSA UGM. Pukul 08.30 WIB, korban yang baru menjalani pemeriksaan kesehatan, dan didekati oleh pelaku yang mengaku bernama Ismail. Setelah korban meninggalkan RS, datanglah kepada korban seseorang yang mengaku berasal dari Brunai Darussalam. Seseorang yang mengaku dari Brunai tersebut menawarkan kesemapatan untuk donasi kepada kaum jompo, yatim piatu dan difabel.

Saat terjadi pembicaraan ini, Ismail ikut terlibat. Sehingga Korban saat itu berbicara dengan Ismail dan orang yang mengaku berasal dari brunai darussalam, Dari pembicaraan bertiga inilah, kemudian korban terbujuk untuk menuju bilik ATM di Komplek RSA UGM.

Menurut Dirreskrimum Kombes Pol Dr. Hadi Utomo, SH., M.Hum, para pelaku mencari korban yang merupakan orang yang tidak berdomisili di sekitar tempat kejadian, sehingga mencari korban di Rumah Sakit dan sekitaran hotel – hotel, atau tempat umum lainnya.

“Para pelaku dalam menjalankan aksinya seolah tidak saling kenal satu dengan yang lain saat mendatangi korban. Kemudian salah satu pelaku mendekati dan mengajak ngobrol korban.” jelasnya didampingi oleh Kabid Humas AKBP Yuliyanto, S.IK., M.Sc.

Dengan salah satu mengaku sebagai warga negara asing, seperti Brunai Darussalaam atau lainnya, atau sebagai nahkoda kapal, atau pengusaha luar daerah yang akan memberikan bantuan kepada panti asuhan, panti jompo, dan lainnya.

“Pelaku kemudian berpura – pura tidak mempunyai waktu dan tidak bisa mendonasikan sendiri, sehingga membutuhkan orang lain yang dapat membantu menyalurkan.” lanjutanya.

Atas dasar inilah kemudian pelaku mengajak korban ke ATM, dengan segala tipu daya pelaku bisa mendapatakan pin ATM korban. Kemudian ATM Korban dengan cara menukar kartu ATM milik korban dengan kartu ATM yang sama yang telah dipersiapkan oleh pelaku.

“Setelah Kartu ATM dan Pin didapat, kemudian para pelaku mengambil uang milik korban tersebut dengan cara tarik tunai, transfer ke rekening ASBAK, dan juga membeli emas batangan dengan cara gesek tunai atau debit dengan ATM Korban.” terang Dirreskrimum.

Dari hasil olah TKP dan informasi di lapangan, akhirnya Tim Progo Sakti dapat menangkap pelaku saat sedang beraksi di halaman RS Bethesda, pada Jumat 16 Maret, 09.43 WIB. Dua pelaku yang diamankan, S, asal Penrang, Sawitto, Sulawesi Selatan, dan AI, asal Pesanggrahan Jakarta Utara. Dua pelaku ini dalam menjalankan aksinya seolah tidak saling kenal satu dengan yang lain, saat mendatangi korban. Selain dua pelaku, Tim Progo Sakti masih memburu satu lagi pelaku, yaitu Er.

FB_IMG_1521461066243Bersama dengan dua tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti, 1 (satu) lembar kartu ATM Mandiri, warna biru yang disita dari korban, adalah kartu ATM Mandiri yang digunakan oleh Pelaku Erwin, untuk menukar ATM milik korban, 1 (satu) lembar kartu ATM BRI (error), yang brisi minus Rp. 900.000.000,- yang digunakan oleh Erwin untuk meyakinkan korban, 1 (satu) lembar kartu ATM BRI (error) yang berisi minus Rp. 900.000.000,- yang digunakan oleh sdr. Santianias untuk membantu sdr. Erwin untuk meyakinkan korban, 90 (sembilan puluh) lembar kartu ATM berbagai jenis yang disita petugas dari para tersangka yang digunakan untuk persiapan menukar ATM para korban, 1 (satu) lembar Kartu ATM mlik sdr. Santianis yang digunakan untuk menerima transfer dari sdr. Herman (papan/asbak), Tunai Rp. 17.000.000,- (tujuh belas juta rupiah), sisa uang dar TKP pertama (RSA UGM, Kronggahan, Gamping, Sleman, Yogyakarta), Uang Tunai Rp. 12.000.000,- (dua belas juta rupiah) uang yang baru diambil dari TKP kedua (tempat penangkapan) di RS Bethesda (Danurejan, Yogyakarta).

Dari pemeriksaan awal, pelaku mengaku telah melancarkan aksi modus gendam ini di beberapa tempat di Yogyakarta, Sumatera, Jawa Tengah dan Bali.

Penulis : rendRa

Editor : Alfian

Publish : Jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password