Kapolsek Bontonompo Ajak Jamaah Mesjid Al-Azhar Perangi Hoax

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Jum’at (16/3) Kapolsek Bontonompo Akp Abdul Rahman, SH didampingi Kanit Binmas Ipda Abdul Azis serta Bhabinkamtibmas melaksanakan safari jum’at di Masjid Al-Azhar dusun Ballaparang Desa Romanglasa.

Setelah melaksanakan Shalat Jum’at berjamaah, Kapolsek memberikan himbauan serta pesan-pesan kamtibmas kepada seluruh jamaah masjid.

Selain itu, kesempatan safari jum’at tersebut di pergunakan untuk silaturahmi dengan tokoh agama serta warga masyarakat Desa Romanglasa.

Kapolsek menghimbau agar kita semua bisa memerangi HOAX atau berita bohong dan juga memerangi provokasi SARA, agar kita tidak gampang terprovokasi.

“Terlebih lagi kita akan menghadapi pilkada Gubernur, oleh karena itu mari kita sama-sama menjaga Kamtibmas dan jangan percaya HOAX serta jangan terpancing isu provokasi SARA,” tutup Akp Abdul Rahman, SH. (Humas Polres Gowa)

Maraknya berita hoax membuat kita harus berhati-hati. Disalin dari muslimafiyah.comIslam mengajarkan kita agar jangan setiap ada berita atau isu langsung diekspos ke masyarakat secara luas. Hendaklah kita jangan mudah termakan berita yang kurang jelas atau isu murahan kemudian ikut-kutan menyabarkannya padahal ilmu kita terbatas mengenai hal tersebut. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri) . Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).” (An-Nisa: 83)

Syaikh Abdurrahman bin Nasir As-Sa’diy rahimahullah menfsirkan ayat ini,

“ini adalah pengajaran dari Allah kepada Hamba-Nya bahwa perbuatan mereka [menyebarkan berita tidak jelas] tidak selayaknya dilakukan. Selayaknya jika datang kepada mereka suatu perkara yang penting, perkara kemaslahatan umum yang berkaitan dengan keamanan dan ketenangan kaum mukminin, atau berkaitan dengan ketakutan akan musibah pada mereka, agar mencari kepastian dan tidak terburu-buru menyebarkan berita tersebut. Bahkan mengembalikan perkara tersebut kepada Rasulullah [pemerintah] dan yang berwenang mengurusi perkara tersebut yaitu cendikiawan, ilmuan, peneliti, penasehat dan pembuat kebijaksanan. Merekalah yang mengetahui berbagai perkara dan mengetahui kemaslahatan dan kebalikannya. Jika mereka melihat bahwa dengan menyebarkannya ada kemaslahatan, kegembiraan dan kebahagiaan bagi kaum mukminin serta menjaga dari musuh, maka mereka akan menyebarkannya. Dan jika mereka melihat tidak ada kemaslahatan [menyebarkannya] atau ada kemaslahatan tetapi madharatnya lebih besar, maka mereka tidak menyebarkannya. (Taisir Karimir Rahmah hal 170, Daru Ibnu Hazm)

Sebaiknya kita menyaring dulu berita yang sampai kepada kita dan tidak semua berita yang kita dapat kemudian kita sampaikan semuanya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Cukuplah sebagai bukti kedustaan seseorang bila ia menceritakan segala hal yang ia dengar.” (HR. Muslim)

Ancaman Hukuman terhadap mereka yang suka asal-asalan menyebarkan berita

Hukuman diakhirat yaitu mulut dan pipinya akan dirobek-robek. Sebagaimana dalam hadits berikut.

Penulis : Qadri

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password