Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba Dikalangan Remaja, Binmas Polsek Bingaya Sosialisasi di Sekolah

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Jumat (16/03/2018) Kanit Binmas Polsek Bingaya Aiptu H.Tana, S.Ag Mewakili Kapolsek Bungaya Dalam menghadiri Sosialisasi “Bahaya Narkoba Dan Zat Adiktif Lainnya Bagi Remaja” yang diselenggarakan oleh PKM Kek Bungaya bertempat di Sms Neg 1 Bungaya Kec Bungaya Kab Gowa.

Kegiatan Sosialisasi ini Sangat tepat diadakan disekolah sekolah dan ini merupakan kegiatan yang perlu diketahui oleh para siswa untuk mengatahui dampak dan bahaya narkoba dikalangan Remaja khususnya para siswa yang usianya saat ini masih labil, disamping itu untuk Mengatasi dan mencegah penggunaan obat-obatan yang masuk dalam daftar G.

Dalam kegiatan sosialisasi ini turut hadir Wakil kepala sekolah Syamsuddin,S.Ag dan PKM kel sapaya Chinta Surya Eliza serta di ikuti siswa siswa Sma Neg 1 Bungaya Berjumlah kurang lebih 90 orang.

Dalam sosialisasi ini Kanit Binmas Polsek Bungaya memberikan pemahaman tentang bahaya penggunan obat-obatan seperti termadol dan destro (boje), obat tersebut dapat merusak organ-organ tubuh, mempengaruhi berkurangnya daya pikir seseorang bahkan membuat pikiran menjadi tidak rasional.

“Saya berharap kepada siswa-siswa sekalian untuk dapat menghindar dari obat-obatan tersebut,” ucapnya.

Tujuan dari penyuluhan dan sosialisasi ini untuk memperluas informasi kepada para Siswa siswa mengenai bahaya penggunaan obat-obatan yang dapat mengakibatkan hancurnya masa depan generasi muda penerus perjuangan bangsa.

Dengan kehadiran Polisi yang turun dalam kegiatan sosialisasi Narkoba Di sekolah Wakil kepala sekolah SMA Neg 1 Bungaya Syamsuddin,S.Ag mengucapkan terima kasih banyak atas himbauan himbauan yang telah disampaikan kepada siswa-siswanya tentang Bahaya Narkoba dan dampaknya agar siswa lebih paham dan megerti.

Penyelenggara kegiatan Sosialisasi PKM Sapaya Ibu Chinta surya Mengucapkan terima kasih Banyak atas dukungan dari polsek Bungaya yang langsung turun bertatap muka dengan siswa dalam membantu program PKM dalam sosialisasi Narkoba dan dampaknya kepada generasi bangsa.

Kapolsek Bungaya Akp Misbahuddin melalui Kanit Binmas Meyampaikan Kami akan terus mempolopori kegiatan Sosialisasi Bahaya dan dampak Narkoba di kalangan siswa siswa agar mereka tahu dan paham dampak dampak obat terlarang yang dapat membahayakan jiwa.

“Kami akan terus bersama sama kepada pihak PKM Sapaya Kec. Bungaya untuk mensosialisasikan bahaya dan dampak Narkoba di kalangan para remaja disekolah sekolah yang ada di Kec. Bungaya dan Kec. Bontolempangan guna menyelamatkan anak bangsa dari obat obatan yang dapat merusak generasi bangsa,” tuturnya. (Humas Polres Gowa)

Narkoba telah menjadi masalah serius bagi bangsa ini. Barang haram ini tanpa pandang bulu menggerogoti siapa saja. Para wakil rakyat, hakim, artis, pilot, mahasiswa, buruh, bahkan ibu rumah tangga tak luput dari jeratan narkoba. Dari sisi usia, narkoba juga tak pernah memilih korbannya, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan sampai dengan lanjut usia.

Disalin dari aceh.tribunnews.com, menurut data yang dikutip dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan, dampak narkoba meliputi dampak fisik, psikologis, sosial dan ekonomi. Dampak fisik misalnya gangguan pada sistem saraf (neorologis): kejang-kejang, halusinasi, dan gangguan kesadaran.

Dampak psikologis berupa tidak normalnya kemampuan berpikir, berperasaan cemas, ketergantungan/selalu membutuhkan obat. Dampak sosial ekonomi misalnya selalu merugikan masyarakat, baik ekonomi, sosial, kesehatan, maupun hukum.

Dampak-dampak yang disebutkan di atas, jelas-jelas menjadi ancaman besar bagi bangsa ini. Bagaimana nasib bangsa ini jika generasi penerusnya adalah generasi-generasi yang bermental narkoba, generasi yang cacat fisik, psikologis, sosial dan ekonomi? Tentulah generasi-generasi ini tidak dapat membangun bangsanya yang juga sedang ‘sakit’.

Telah disebutkan sebelumnya bahwa narkoba tidak pandang bulu, menyerang siapa saja. Meskipun demikian, yang menjadi target empuk narkoba umumnya adalah generasi muda yang berusia 15-30 tahun. Dari rentang usia itu, usia remaja merupakan usia yang sangat rentan terkena pengaruh narkoba.

Menurut data Mabes Polri yang dimuat dalam buku Kependudukan Prespektif Islam karangan M Cholil Nafis, dari 2004 sampai Maret 2009 tercatat sebanyak 98.614 kasus (97% lebih) anak usia remaja adalah pengguna narkoba.

Mudahnya generasi muda terjerat narkoba tentu saja disebabkan oleh banyak faktor, seperti depresi pekerjaan, masalah keluarga atau orang tua, lingkungan tempat tinggal, dan pengaruh teman sebaya. Khusus kalangan remaja, mereka terjerat narkoba karena faktor coba-coba, teman sebaya, lingkungan yang buruk, orang tua, serta pengaruh media film dan televisi.

Mengetahui kenyataan bahwa kalangan remaja merupakan sasaran empuk terkena pengaruh narkoba, perlu dilakukan tindakan-tindakan preventif oleh berbagai pihak, terutama lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga, dalam hal ini orang tua, merupakan salah satu tempat yang efektif untuk menghalau remaja menggunakan narkoba. Hal ini karena orang tua merupakan ‘sekolah’ pertama anak sebelum terjun ke masyarakat.

Penulis : Yoan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password