Berpura-pura jadi Penonton, Wanita Ini Nekat Noplong Hp Saat Pertandingan Basket

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Spesialis pencuri handphone dibekuk tim Resmob Panakkukang yang dipimpin Panit 2 Resmob Ipda Roberth Hariyanto Siga saat beraksi di sekitar lapangan basket.

Perempuan IS alias Pendo (35) warga Jl. Batua Raya Makassa diamankan oleh tim Resmob di Kampus UMI (Universitas Muslim Indonesia) Jalan Urip Sumohardjo, Kamis (15/03/18).

Berawal Resmob Polsek Panakkukang mendapatkan informasi adanya kejadian pencurian di Kampus UMI langsung menuju TKP, dengan mengetahui ciri-ciri tersangka tim Resmob melakukan pencarian di sekitar TKP dan berhasil mengamankan tersangka dengan barang bukti di dalam tas tersangka.

Kasubbag Humas Polrestabes Makassar Kompol La Ode Idris mengatakan, tersangka beraksi saat korbannya main basket di kampus UMI.

“Saat korbannya melakukan pertandingan basket, tersangka berpura pura menjadi penonton, mengamati HP milik korbannya yang disimpan di atas tas pinggir lapangan basket kemudian tersangka langsung mengambil HP milik korbannya dan membawa kabur”, ungkap La Ode Idris.

Dari pengakuan tersangka juga pernah melakukan pencurian (copet) di beberapa wilayah di Makassar di antaranya daerah pasar sentral pelaku berhasil mengambil HP merk Samsung J5, J7, iPhone laptop Asus warna merah dijual di mtc seluler sekitar bulan Februari.

Melakukan copet di mall ratu indah mengambil iPhone 6 sekitar bulan Februari dan Samsung j2, Oppo, HP Infokus sekitar bulan Januari

Selanjutnya tersangka dan barang bukti satu buah HP Merk Samsung J5 warna hitam diamankan di Polsek Panakukkang guna proses hukum lebih lanjut. (humas Polrestabes Makassar)

Faktor apa yang menyebabkan tindakan kriminalitas seperti pencurian yang dilakukan wanita diatas, dari aspek sosial-psikologi adalah faktor endogen dan eksogen. Faktor endogen adalah dorongan yang terjadi dari dirinya sendiri. Jika seorang tidak bijaksana dalan menanggapi masalah yang barang kali menyudutkan dirinya, maka kriminalitas itu bisa saja terjadi sebagai pelampiasan untuk menunjukan bahwa dialah yang benar.

Sementara faktor eksogen adalah faktor yang tercipta dari luar dirinya, faktor inilah yang bisa dikatakan cukup kompleks dan bervariasi. Kesenjangan sosial, kesenjang ekonomi, ketidak-adilan dan sebagainya, merupakan contoh penyebab terjadinya tindak kriminal yang berasal dari luar dirinya.

Pengaruh sosial dari luar dirinya itu misalnya, ajakan teman, tekanan atau ancaman pihak lain, minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang yang membuat ia tidak sadar. Hawa nafsu yang sangat hebat dan kuat, sehingga dapat menguasai segala fungsi hidup kejiwaan. Sebab pengaruh ekonomi misalnya karena keadaan yang serba kekurangan dalam kebutuhan hidup, seperti halnya kemiskinan akan memaksa seseorang untuk berbuat jahat.

Kemiskinan merupakan penyebab dari revolusi dan kriminalitas. Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok. Selain itu, faktor seseorang mencuri karena adanya kesempatan untuk menjadi pencuri.

Faktor lain sehingga seseorang mencuri, mencopet atau melakukan tindak kriminalitas adalah kehendak ingin bebas, keputusan yang hedonistik, dan kegagalan dalam melakukan kontrak sosial. Termasuk juga atavistic trait atau sifat-sifat anti-sosial bawaan sebagai penyebab perilaku kriminal. Faktor lainnya adalah hukuman yang diberikan pada pelaku tidak proporsional atau tidak memberikan efek jera.

Kriminalitas tidak bisa dihilangkan dari muka bumi ini. Adapun yang bisa dilakukan hanya mengurangi terjadinya aksi kriminal, melalui tindakan-tindakan pencegahan. Membatasi kesempatan seseorang bisa mencegah terjadinya tindakan kriminal untuk mencuri.

Kalau pencuri akan melewati pintu masuk dan kita sudah menguncinya, tentunya cara itu termasuk mengurangi kesempatan untuk mencuri. Jika seseorang pelaku aksi jambret atau copet mengambil sesuatu dari diri kita tanpa diketahui, sebaiknya menyimpan sesuatu (barang pada posisi yang mudah kita lihat, ini merupakan cara untuk mengurangi/menghindari terjadinya aksi kejahatan pada diri kita.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password