Tertangkap Basah Bawa Sabu, Jambul Diamankan Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tim khusus Polsek Mariso yang dipimpin Ipda M. Rodja berhasil mengamankan seorang pemuda membawa narkoba jenis sabu.

Lelaki AD alias Jambul (28) penjual barang pecah belah berhasil diringkus Selasa (13/3/2018) sekitar pukul 03.00 Wita di Jalan Dahlia. Lelaki AD diamankan Timsus Polsek Mariso ketika melintasi di Jalan Dahlia Kel. Bontorannu Kec. Mariso Kota Makassar dimana pelaku mengendarai sepeda motor dengan gelagat yang mencurigakan.

Kasubbag Humas Polrestabes Makassar Kompol La Ode Idris mengatakan, Timsus Polsek Mariso menghentikan dan langsung melakukan penggeledahan terhadap tersangka. Dalam lipatan celana jeans pendek sebelah kanan ditemukan satu bungkus narkoba jenis sabu, saat digeledah barang bukti sabu sempat terjatuh dan langsung diinjak oleh tersangka namun terlihat oleh petugas.

Selanjutnya pelaku dibawa untuk menunjukkan tempat membeli sabu, namun lelaki SL yang diduga merupakan penjual sabu berhasil melarikan diri saat melihat Timsus Polsek Mariso datang.

Dari hasi interogasi, tersangka mengakui bahwa sabu tersebut didapatkan dengan membeli seharga  Rp 100 rubu  dari lelaki SL di Jalan Dahlia Kota Makassar.

Lelaki AD diamankan di Polsek Mariso untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (Humas Polrestabes Makassar)

Sikap tegas Pemerintah Indonesia untuk melawan narkoba, disikapi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian beberapa waktu lalu. Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan, pihak kepolisian tidak main-main dalam mengungkap peredaran narkoba di Indonesia. Bahkan, Kapolri ini menyatakan pihaknya tak segan-segan menembak mati bandar narkoba asing yang berani masuk ke Indonesia.

Begitu seriusnya ancaman narkoba yang dapat merusak keberlangsungan hidup generasi muda, maka aparat Polri diminta bersikap tegas terhadap pelaku narkoba. Kapolri mewarning akan melakukan evaluasi terhadap jajarannya yang minim dalam mengungkapkan peredaran narkoba.

Orang nomor satu di tubuh Polri ini menginstruksikan kepada jajaran kepolisian agar tidak takut meringkus bandar narkoba, termasuk juga bandar asing yang masuk ke Indonesia ini. Kepada bandar narkoba, Tito berpesan untuk tidak main-main di Indonesia. Dia bahkan mengancam para bandar narkoba akan berakhir di kamar jenazah jika berani bermain-main.

Dampak bahaya penyalahgunaan narkoba sendiri  bisa berdampak bagi fisik, psikologis dan dampak sosial ekonomi.

Dampak fisik yang ditimbulkan antara lain : gangguan pada sistem saraf (neorologis), kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi, gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah, gangguan pada kulit (dermatologis), penanahan, bekas suntikan dan alergi, gangguan pada paru-paru (pulmoner), penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup, dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dampak psikologis, antara lain berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang diinginkan, ketergantungan/selalu membutuhkan obat.

Sedang dampak sosial dan ekonomi yakni : selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan dan hukum.

Penulis : Qadri

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password