Tidak Hanya Berikan Sembako, Bripka Abd. Kadir Juga Bantu Warga Bersihkan Rumah Korban Banjir

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Selain Kapolsek Pallangga Akp Amin Juraid yang berbagi rezeki kepada warga binaannya yang menjadi korban banjir, Bripka Abd. Kadir yang sehari-hari bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Panakkukang melakukan hal yang senada, Rabu (14/3/18).

Ditempat terpisah, tepatnya di Dusun Kunjungmae Desa Panakukang Kec. Pallangga, Bripka Abd. Kadir membagikan sebagian dari rezekinya kepada warga binaannya yang menjadi korban banjir.

Selain karena tanggung jawab sebagai seorang Bhabinkamtibmas, hal yang dilakukannya tersebut merupakan dorongan dari hati nurani terdalamnya sebagai seorang manusia yang peduli terhadap apa yang dirasakan oleh sesama manusia, terlebih kepada warga binaannya sendiri.

Tindakan tersebut mendapat respon yang positif dari warga Desa Panakkukang, karena mereka merasa diperhatikan oleh petugas yang sehari-hari menjadi tempat mereka berbagi keluh kesah di lingkungan mereka.

“Kami sangat berterima kasih kepada pak Kadir, karena beliau begitu peduli dengan keadaan kami saat ini,” tutur salah seorang warganya.

Meski dengan sembako seadanya, namun Bripka Kadir berharap apa yang ia berikan dapat meringankan beban yang sedang ditanggung oleh sebagian besar warga binaannya.

“Ya.. walau sederhana dan tak seberapa, saya berharap bisa  membantu meringankan beban warga Desa Panakkukang,” tutur Bripka Kadir.

Selain memberikan bantuan berupa sembako, Bripka Kadir juga membantu warganya untuk membersihkan bagian rumah yang sebelumnya terendam air. (Humas Polres Gowa)

Kepedulian yang diperlihatkan Bripka Abd. Kadir kepada warga yang tertimpah musibah menunjukkan keberadaan Bhabinkamtibmas sebagai bagian dari masyarakat.

Untuk membangun dampak positif pada tubuh Polri dibutuhkan kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya atau trust relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Dikehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas. Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi.

Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warganegara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.

Penulis : Apri

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password