Cegah Berita Hoax dan Hate Speech, Polda Bali Gandeng Senator Bali

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali – Menjelang hari raya Nyepi dan Pilkada serentak 2018, Direktorat Intelkam Polda Bali menggelar kegiatan diskusi dengan topik “Bijak Menggunakan Medsos”. Dilaksanakannya kegiatan ini untuk meminimalisir dan mencegah terjadinya hate speech (ujaran kebencian) dan hoax (berita bohong) di wilayah Bali, Selasa (13/3/2018).

Kegiatan diskusi yang digelar di Restoran Ayucius, Jalan Tantular, Renon, Denpasar ini dihadiri Direktur Intelkam Polda Bali Kombes Pol. Akhmad Jamal Yuliarto, S.I.K., M.Si., Kasubdit III Dit Intelkam Polda Bali AKBP Gede Dartiyasa, S.Sos. dan Kasubdit II Dit Intelkam Polda Bali, AKBP Suryanto, S.H.

Untuk peserta diskusi diikuti oleh perwakilan mahasiswa perguruan tinggi di Denpasar dan para netizen dari wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Bahkan Direktorat Intelkam secara khusus mengundang Senator DPD MPR RI Komite III Dr. Shri I Gusti Arya Wedakarna MWS III, S.E (Mtru)., M.Si. sebagai narasumber.

Sebelum diskusi dimulai, Kombes Pol. Akhmad Jamal Yuliarto, S.I.K., M.Si. mengatakan fenomena media sosial (medsos) sangat cepat mempengaruhi masyarakat di era digital ini. Namun medsos dijadikan sarana untuk menyebarkan ujaran kebencian dan isu SARA oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Tentu hal ini menjadi salah satu faktor yang dapat mengganggu kestabilan Kamtibmas di wilayah Bali menjelang perayaan Nyepi serta pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.

“Sampai saat ini, situasi keamanan Bali masih tetap aman dan kondusif. Sejauh ini masyarakat Bali tidak ada yang cepat terprovokasi. Kegiatan ini digelar sebagai upaya preventif Kepolisian Daerah Bali dalam meminimalisir kejahatan di media sosial,” kata Kombes Pol. Akhmad Jamal Yuliarto, S.I.K., M.Si.

Atas hal tersebut, perwira lulusan Akpol tahun 1990 ini mengaku senang bertugas di Pulau Dewata. Selain alam dan budaya Bali sudah terkenal di dunia, masyarakatnya juga sangat toleransi. Dir Intelkam berharap situasi seperti ini agar terus terjadi di Bali sehingga akan menjadi contoh oleh daerah lain dan negara di dunia. Karena kentalnya toleransi masyarakat Bali maka Pulau Bali akan lebih dikenal dengan sebutan Pulau Toleransi.

Dr. Shri I Gusti Arya Wedakarna saat memberikan materi menyampaikan, generasi muda saat ini sangat pintar menggunakan medsos. Ia mengajak para peserta agar tidak menjadi orang yang anti sosial dan menjadi penyebar berita hoax, apalagi ikut menyebarkan ujaran kebencian. Segala informasi yang didapat di medsos agar diklarifikasi terlebih dahulu dan dicari kebenarannya sebelum di share lagi sehingga tidak menimbulkan dampak yang negatif.

Senator DPD MPR RI Komite III Bidang Pendidikan, Kesehatan, Agama, Pemuda dan Olaharaga, Ketenagakerjaan, Kesejahteraan Sosial dan Perpustakan ini juga mengaku memperjuangkan kemerdekaan lewat media sosial. Sesungguhnya medsos sangat berguna dan bermanfaat dalam kehidupan asalkan digunakan dengan cerdas dan bijak. “Gadget itu memang sangat penting, tapi hidup ini jangan bergantung pada gadget,” ujarnya.

Selanjutnya Arya Wedakarna membacakan deklarasi anti ujaran kebencian dan anti hoax yang ditirukan oleh para perwakilan mahasiswa dan netizen. Adapun isi dari deklarasi tersebut, yaitu pertama, menentang segala bentuk berita hoax dan ujaran kebencian. Kedua, mencegah segala bentuk konflik SARA. “Semoga Bali damai, Bali santi dan Bali Bali tetap menjadi teladan untuk Indonesia. Kita dukung gerakan anti hoax, kita dukung generasi muda yang cerdas dalam menggunakan teknologi,” tegasnya.

Kasubdit III Dit Intelkam Polda Bali AKBP Gede Dartiyasa, S.Sos. menambahkan, seluruh elemen masyarakat sudah menggunakan medsos. Untuk itu, perwira melati dua di pundak ini mengimbau para peserta diskusi dan seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial. Bijak artinya menggunakan akal budi.

Artinya, sebelum mengomentari dan menanggapi informasi-informasi di media sosial agar mengecek kebenarannya, baik sumbernya maupun kebenaran isi informasinya. Jika sudah berita provokatif maka jangan dishare, cukup dicerna pribadi agar tidak menimbulkan dampat negatif bagi pengguna media sosial.

“Celakanya, kita sudah tahu itu hoax namun kita tetap share. Polri saat ini sudah punnya alat yang luar biasa untuk mendeteksi pemilik akun yang menyebarkan berita hoax atau informasi provokatif. Tidak perlu khawatir, Polri tetap setia untuk menjaga keamanan,” tutup AKBP Gede Dartiyasa, S.Sos.

Penulis  : I Ketut Bina Wartawan

Editor    : Swanjaya

Publish  : I Putu Suwardhana.M

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password