Sepanjang Bulan Maret Satuan Narkoba Polres Gowa Ringkus Enam Pelaku Narkoba

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Sepanjang bulan Maret 2018 kembali Satuan Narkoba Polres Gowa dipimpin Kasat Narkoba Akp Maulud melakukan penangkapan terhadap enam pelaku penyalahgunaan narkoba.

Para pelaku diciduk di beberapa lokasi dan lokasi berbeda, dari kelima pelaku tidak memiliki kekerabatan. Tujuan dari masing pelaku menguasai narkoba untuk dipakai menambah kekuatan fisik atau stamina dalam bekerja sekaligus mengambil keuntungan dari penjualan narkoba kepada masyarakat dengan harga berfariasi.

Keenam pelaku yang ditangkap berinisial pertama, JJD (33) warga Kampung Biringkaloro, Kel. Tetebatu, Kec. Pallangga ditangkap di Desa Birringkaloro Palangga dengan jumlah barang bukti Tramadol 93 butir, kedua, HRL (23) warga Manggarupi ditangkap di Parangbobo Malino dengan barang bukti 2 shashet shabu.

Ketiga ILM (20) warga Bontonompo ditangkap di Doja dengan barang bukti Shabu 0.72 gram, keempat SDN (50) warga Kamp. Paran, ditangkap di Kamp. parang dengan barang bukti 0.73 gram shabu, kelima, JPS (38) warga Palangga ditangkap di Palangga dengan barang bukti 20 gram shabu bersama RSL dan terakhir RSL (36) warga Palangga, ditangkap di Palangga.

Hingga kini Polisi masih mengejar lima pelaku lainnya yakni DJ warga Panciro, AI warga Cendrawasih, HRD warga Kota Makassar, Ry warga Kota Makassar dan SI warga Bontonompo Selatan.

Dari hasil pemeriksaan modus para pelaku dengan membeli obat Tramadol dengan harga berfariasi mulai dari Rp 80.000 persepuluh biji, Rp 330 Ribu per 100 Butir, dan menjual obat-obatan dengan cara membungkus butir Tramadol dalam kemasan plastik dengan isi bermacam-macam.

Diantaranya per 10 butir, 5 butir dan 3 butir dalam setiap kemasan plastik bening kemudian dijual secara terselubung kepada pembeli / korban dengan harga Rp. 4 Ribu perbutir jadi keuntungan yg di dapatkan Rp. 700 rupiah perbutir.

Adapun shabu dibeli dengan harga berfariasi dengan mulai harga Rp 1 juta hinga Rp 20 jt per paket besar dan dikemas dalam bentuk sashet kecil dan dijual ke pelanggan Rp. 100 ribu – Rp 200 ribu/paket.

Selain itu para pelaku juga mengaku menggunakan dan menjual obat-obatan daftar G jenis Tramadol untuk menopang ekonomi dan untuk menambah stamina.

Sikap tegas Pemerintah Indonesia untuk melawan narkoba, disikapi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian beberapa waktu lalu. Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan, pihak kepolisian tidak main-main dalam mengungkap peredaran narkoba di Indonesia. Bahkan, Kapolri ini menyatakan pihaknya tak segan-segan menembak mati bandar narkoba asing yang berani masuk ke Indonesia.

Begitu seriusnya ancaman narkoba yang dapat merusak keberlangsungan hidup generasi muda, maka aparat Polri diminta bersikap tegas terhadap pelaku narkoba. Kapolri mewarning akan melakukan evaluasi terhadap jajarannya yang minim dalam mengungkapkan peredaran narkoba.

Orang nomor satu di tubuh Polri ini menginstruksikan kepada jajaran kepolisian agar tidak takut meringkus bandar narkoba, termasuk juga bandar asing yang masuk ke Indonesia ini. Kepada bandar narkoba, Tito berpesan untuk tidak main-main di Indonesia. Dia bahkan mengancam para bandar narkoba akan berakhir di kamar jenazah jika berani bermain-main.

Dampak bahaya penyalahgunaan narkoba sendiri  bisa berdampak bagi fisik, psikologis dan dampak sosial ekonomi.

Dampak fisik yang ditimbulkan antara lain : gangguan pada sistem saraf (neorologis), kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi, gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah, gangguan pada kulit (dermatologis), penanahan, bekas suntikan dan alergi, gangguan pada paru-paru (pulmoner), penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup, dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dampak psikologis, antara lain berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang diinginkan, ketergantungan/selalu membutuhkan obat.

Sedang dampak sosial dan ekonomi yakni : selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan dan hukum.

Penulis : Yoan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password