Resmob Polsek Manggala Ringkus Pelaku Begal Dirumahnya

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Resmob Polsek Manggala sekitar pukul 19.00 wita malam hari berhasil meringkus seorang lelaki yang diduga pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) saat sedang berada dirumahnya, Minggu (11/03/18).

Penangkapan yang dipimpin oleh Panit 2 Rekrim Polsek Manggala Aiptu Abd. Rauf meringkus tersangka IY (18) yang diduga melakukan pencurian bersama rekannya yang berjumlah 6 (enam) orang.

Pelaku IY  bersama berang bukti berupa satu unit motor dibawa ke Polsek untuk dimintai keterangan atas aksi kejahatannya. Didepan Polisi pelaku IY mengakui perbuatannya bersama teman-temannya tersebut.

Setelah diintrogasi oleh Polisi  pelaku IY mengatakan bahwa lokasi dirinya bersama teman-temannya melakukan kejahatan ditiga lokasi yakni di Jalan Inspeksi kanal Makassar bersama  RA yang telah diamankan Polisi, selanjutnya pelaku IY bersama teman – temannya membegal satu unit sepeda motor di daerah Moncongloe dan terakhir pelaku IY bersama teman-temannya membegal di daerah Tamalanrea dengan menggunakan senjata tajam dan berhasil merampas sebuah Handphone merk Nokia.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut kini pelaku IY mendekam di jeruji tahanan Polsek Manggala dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk memberikan keterangan terhadap ke- empat  temannya yang masih DPO.

Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia, Priadi Permadi mengatakan, fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password