Buron Sejak Tahun 2005, Daeng Naba Resedivis Kasus Penganiayaan dan Pencurian Akhirnya Diringkus Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tim Crime Hunter Resmob Polres Parepare berhasil membekuk pelaku pencurian dan pemberatan (curat). Hal itu dilakukan oleh Kanit Resmob Polres Parepare AIPTU Faesal, saat memimpin penangkapan Baba alias Daeng Naba (30) bersama tim Resmob Pinrang.

Pelaku Baba alias Daeng Naba berhasil dibekuk di salah satu kost bersama Penadahnya yakini Bayu (17) di jalan Macan, Kabupaten Pinrang. Dimana pelaku tersebut merupakan Resedivis kasus penganiayaan dan pencurian.

“Sudah empat kali melakukan tindak pidana diantaranya, pada tahun 2005 lalu, melakukan kasus penganiayaan di Pinrang. 2007 – 2009 pelaku melakukan kasus pencurian di Pinrang. dan 2016 pelaku  ditahan di Lapas Barru dengan kasus pencurian, kemudian Pelaku melakukan pencurian  disalah satu Warung Sari Laut di jalan H.A.M Arsyad, Kecamatan Soreang, Kota Parepare. dengan kerugian  kurang lebih Rp 29 juta. “ beber Faesal, Kamis (08/03/18).

Didepan polisi pelaku mengaku jika iya masuk ke dalam rumah, manjat menggunakan kursi melewati gerobak jualan sari laut milik korban, pada saat pemilik warung sedang tidur. “Kemudian saya masuk ke dalam kamar pemilik warung pak dan mengambil 1buah tas berwaran hitam yang berisikan, surat akta nikah suami istri milik korban, buku tabungan BRI,  emas 31 gram, uang tunai Rp 45 juta serta 2 buah handpone berbagai merk,” Akuan Baba di saat dimintai keterangan.

Saat dilakukan pengembangan, pelaku memberontak berusaha melarikan diri dan melawan petugas, hingga akhirnya pelaku berhasil dilumpuhkan dengan timah panas.

“Pelaku ini sempat memberontak dan melawan anggota kami. kita sempat memberi tembakan peringatan sebanyak tiga kali ke udara namun tidak di peduli. Dan terpaksa kita lumpuhkan dengan timah panas di bagian kaki kiri,” Bebernya.

Dari tangan pelaku Polisi berhasil menyita barang bukti dari hasil kejahatan pelaku yakini, dua unit henpone berbagai merek, dua unit sepeda motor jenis kawasaki ninja R, dan  VARIO yang digunakan pelaku dalam melakukan aksi kejahatannya.

Kini Pelaku beserta barang bukti di amankan di polres parepare guna proses hukum lebih lanjut. (Humas Polres Parepare)

Di zaman yang modern ini dimana pertumbuhan kebutuhan ekonomi masyarakat semakin bertambah, terutama menyangkut masalah pemenuhan kebutuhan dan lapangan pekerjaan. Hal inilah yang menimbulkan kerawanan dibidang keamanan masyarakat, yaitu seringnya terjadi kejahatan. Kejahatan merupakan  gejala sosial yang selalu dihadapi oleh masyarakat baik di pedesaan maupun di perkotaan.

Intensitasnya setiap hari semakin tinggi, modus dan operasinya pun canggih dan menggunakan segala macam cara, termasuk melakukan pencurian dengan pemberatan (curat).

Dari berbagai  pemberitaan di media massa baik itu dari media elektronik maupun media cetak, pemberitaan mengenai pencurian, khusunya pencurian dengan pemberatan menarik perhatian, mengusik rasa aman dan mengundang tanda tanya pada masyarakat tentang apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah, khususnya aparat keamanan dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menekan tindak pidana pencurian dengan pemberatan ini.

Polisi Republik Indonesia (Polri) merupakan satu-satunya instansi yang diberikan wewenang dan tanggung jawab oleh Undang-Undang, pada setiap anggota Polri secara individu dengan tidak membedakan pangkat dan jabatan diberi kewenangan penuh untuk menegakkan hukum. Hal itu diberikan sebagai upaya pencegahan sampai dengan penindakan hukum terhadap segala tindak pidana kejahatan.

Sebagai satu kesatuan dalam kebijakan kriminal dan pada hakekatnya merupakan bagian integral dari kebijakan sosial dengan tujuan utama memberikan perlindungan kepada masyarakat guna mencapai kesejahteraan bersama. Tindak kejahatan yang terjadi selama ini sudah mencapai batas yang di khawatirkan, yang dampaknya secara luas dapat meresahkan masyarakat, karena tindak kejahatan yang sering terjadi tidak jarang disertai dengan tindakan penganiayaan serta perlakuan kekerasan yang dilakukan terhadap korban.

Sehingga peristiwa-peristiwa semacam itu kemudian menimbulkan trauma bagi masyarakat sekitar. Hal ini tidak saja dialami oleh masyarakat perkotaan namun sudah meluas di lingkungan pedesaan.

Pada  hakekatnya  banyak  usaha  dan  kegiatan  yang  ditempuh pemerintah dan aparat hukum dalam rangka mencegah terjadinya tindak pidana  pencurian dengan pemberatan, baik melalui penyuluhan hukum dan peningkatan sistem keamanan,  maupun  dengan  cara  penghukuman  terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan ini dengan hukuman yang berat.

Walaupun bangsa ini menginginkan agar tindak pidana itu ditekan seminimal mungkin, namun keinginan dan cita-cita itu merupakan sesuatu yang saat ini sangat sulit untuk diwujudkan, hal ini terbukti dengan  masih saja ada laporan dari masyarakat tentang terjadinya tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Penulis : Yoan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password