Aksi Tanggap Para Polwan Menggendong Ibu yang Jatuh Pingsan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Mengalami Depresi akibat rumah keluarganya akan di eksekusi oleh panitera Pengadilan Negeri Kelas 1 B palopo, Sdr(i) Murni al. Mamaknya Salsa, Kamis 8 Maret 2018, di rumah Sdr(i). Hajerni, di Jalan Noling No. 14 Kel. Padang Sappa Kec. Ponrang Kab. Luwu, tak sadarkan diri (pingsan).

Petugas kesehatan Polres Luwu Bripka Andi Mastur selaku Tim Keslap Polres Luwu, langsung memberikan pertolongan pertama, mengingat didalam rumah Sdr(i) Murni banyak orang dan akan akan dikosongkan, maka setelah kondisinya agak membaik kemudian Sdr(i) Murni diangkat oleh personil Polwan Polres Luwu, ke rumah keluarganya untuk beristirahat. (Humas Polres Luwu)

Aksi para srikandi Polres Luwu diatas yang dengan cepat menggendong sang ibu yang pingsan merupakan wujud kepedulian Polisi kepada warga, hal ini juga makin memperkokoh keberadaan Polisi sebagai bagian dari masyarakat.

Untuk membangun dampak positif pada tubuh Polri dibutuhkan kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya atau trust relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Dikehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas. Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi.

Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warganegara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password