Lari dari Kejaran Polisi, Pelaku Curas Jatuh dari Motor Ternyata seorang Wanita

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Dua pelaku begal (Pencurian dengan kekerasan) yang melibatkan seorang perempuan berhasil dibekuk jajaran Polsek Rappocini, pelaku perempuan berinisial RA (34) dan seorang pria inisial AS (30) yang kini masih dalam pengejaran petugas (DPO), Rabu (07/03/18)

Kassubag Humas Polrestabes Makassar Kompol La Ode Idris menjelaskan kedua pelaku di tangkap sesaat setelah melakukan aksinya di jalan A.P Pettarani dan berhasil merampas sebuah tas warna coklat.

“Setelah berhasil merampas sebuah tas kedua pelaku melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor jenis Honda Beat Warna Hijau dari arah jalan A.P Pettarani berbelok Jalan Raya Pendidikan dan  di Jalan Manuruki Raya pelaku AS berboncengan dengan RA tiba–tiba terjatuh dari sepeda motor kemudian lelaki AS kabur meninggalkan boncengannya perempuan RA,” ucapnya.

Selanjutnya, kata Laode Idris,  RA bersama barang bukti motor dan sebuah tas warna coklat hasil rampasan diamankan sementara oleh  warga di rumah Pak RT  dan petugas Polsek Rappocini bergerak ke TKP dan mengamankan pelaku, Jelasnya. (Humas Polrestabes Makassar)

Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia, Priadi Permadi mengatakan, fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password