Keroyok dan Peras Korbannya, Ringga Diamankan Polisi Dirumah Empang

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Unit Resmob Sat Reskrim Polres Bulukumba berhasil menangkap tersangka pengeroyokan dengan modus pemerasan di Dusun Bampang Desa Garanta Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba, Rabu (07/03/18).

Kasat Reskrim Iptu Deki Marizaldi.S.ik.MH di dampingi oleh Kanit Resmob Polres Bulukumba Aiptu Ardiman Yacob memimpin langsung penangkapan terhadap tersangka Ahmad Ringga Bin Sade (22), di tempat persembunyiannya disalah satu rumah empang yang terletak di dusun Bampang.

Ringga ditangkap berdasarkan laporan warga yang menjadi korban pengeroyokan dan pemerasan oleh tersangka Ringga dan temannya,saat ini tersangka sudah diamankan di Mako Polres Bulukumba untuk diproses lebih lanjut.

Dilansir dari pengacarahandal.com, istilah kata pengeroyokan sebenarnya tidak diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Yang diatur dalam KUHP adalah kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama yang mana pelakunya lebih dari satu orang dan dilakukan di muka umum sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP.

Oleh karenanya setiap kasus pengeroyokan yang dilaporkan ke Polisi pasti diterapkan Pasal 170 KUHP. Berikut bunyi lengkap Pasalnya :

Pasal 170 KUHP:

(1) Barangsiapa yang dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dihukum penjara
selama-lamanya 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan.

(2) Tersalah dihukum :
ke-1. Dengan penjara selama-lamanya 7 (tujuh) tahun, jika ia dengan sengaja merusakkan barang atau jika
kekerasan yang dilakukannya itu menyebabkan sesuatu luka ;
Ke-2. Dengan penjara selama-lamanya 9 (sembilan) tahun, jika kekerasan itu menyebabkan luka berat pada tubuh ;
Ke-3. Dengan penjara selama-lamanya 12 (dua belas) tahun, jika kekerasan itu menyebabkan matinya orang.

(3) Pasal 89 KUHP tidak berlaku.

Dari ketentuan Pasal 170 KUHP tersebut sangat jelas bahwa supaya pelaku bisa dituntut dengan Pasal 170 KUHP maka pelaku kekerasannya harus lebih dari satu orang. Kalau pelaku kekerasannya hanya satu orang maka bukan Pasal 170 yang diterapkan, melainkan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Kemudian kekerasan itu dilakukan di muka umum, artinya tempat dimana banyak orang yang melihat peristiwa kekerasan tersebut.

Kemudian mengenai ancaman hukumannya juga berbeda dalam Pasal 170 KUHP tersebut. Jika kekerasan itu mengakibatkan luka maka ancaman hukumannya 7 tahun. Jika mengakibatkan luka berat maka ancaman hukumannya adalah 9 tahun. Sedangkan jka mengakibatkan korban meninggal dunia maka ancaman hukumannya 12 tahun. Jadi ancaman hukuman terhadap pelaku kekerasan bersama-sama (pengeroyokan) tergantung luka yang dialami korban.

Jadi kesimpulannya, pengeroyakan adalah tindak pidana kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama dan dilakukan di muka umum yang mana pelakunya bisa dikenakan Pasal 170 KUHP.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password