Mediasi, Cara Jitu Brigpol Irsandi Selesaikan Masalah Warganya

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Bhabinkamtibmas Desa Batulohe dan Desa Bontominasa Polsek Bulukumpa Polres Bulukumba Brigpol Irsandi bersama Kepala Desa Batulohe Ibnu Hajar, S.Sos serta Kanit Reskrim Polsek Bulukumpa Aiptu Baharuddin, Rabu (07/03/18) pukul 11.30 wita, dengan jalan mediasi menyelesaikan kasus Penganiayaan / pengeroyokan yang dialami oleh korban Riswandi (warga Desa Bontominasa) yang dilakukan oleh terlapor Vian cs (warga Desa Batulohe).

Mediasi tersebut berlangsung diruang Unit Reskrim Polsek Bulukumpa yang dihadiri oleh kedua belah pihak dengan didampingi oleh masing – masing orang tua serta keluarganya. Setelah mendapatkan pencerahan oleh Bhabinkamtibmas, Kepala Desa serta pemahaman hukum oleh Kanit Reskrim, akhirnya kedua belah pihak yang berasal dari Desa bertetangga itu sepakat menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.

Kasus ini terjadi tadi malam, selasa (06/03/2018) sekitar pukul 20.20 wita di A’nisia Kelurahan Jawi – jawi, dan lewat mediasi ini kedua belah pihak sepakat menyelesaikannya dengan jalan kekeluargaan tanpa ada  paksaan dan tekanan dari pihak manapun, makanya hari ini saya selaku Bhabinkamtibmas pada dua warga desa yang bermasalah tersebut sepakat dengan Kepala Desa Batu lohe untuk memediasi dan disaksikan oleh kanit reskrim, dan alhamdulillah bisa didamaikan dengan membuat surat pernyataan perdamaian. Selain itu pihak pelapor juga mencabut laporannya yang diperkuat dengan surat tanda bukti pencabutan laporan. “jelas Brigpol Irsandi.

Pada kesempatan tersebut pula, Brigpol Irsandi menghimbau kepada warganya untuk tidak lagi mempermasalahkan dikemudian hari atas terjadinya kejadian penganiayaan baik terhadap korban terlebih kepada pelaku.

Saat ditemui diruang kerjanya, Kanit Reskrim Aiptu Baharuddin mengapresiasi usaha yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas dan pemerintah setempat dalam hal ini Kepala Desa Batulohe, dengan adanya kegiatan tersebut Permaslahan ini tidak akan meluas lagi atau tidak saling menyerang antara dua kubu,” tutur Kanit Reskrim. (Humas polres Bulukumba)

Mediasi yang dilakukan merupakan salah satu bentuk dari alternatif penyelesaian sengketa diluar pengadilan. Tujuan dilakukannya mediasi adalah menyelesaikan sengketa antara para pihak dengan melibatkan pihak ketiga yang netral dan imparsial.

Mediasi dapat mengantarkan para pihak ketiga pada perwujudan kesepakatan damai yang permanen dan lestari, mengingat penyelesaian sengketa melalui mediasi menempatkan kedua belah pihak pada posisi yang sama, tidak ada pihak yang dimenangkan atau pihak yang dikalahkan (win-win solution).

Dalam mediasi para pihak yang bersengketa proaktif dan memiliki kewenangan penuh dalam pengambilan keputusan. Mediator tidak memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan, tetapi ia hanya membantu para pihak dalam menjaga proses mediasi guna mewujudkan kesepakatan damai mereka.

Penyelesaian sengketa melalui jalur mediasi sangat dirasakan manfaatnya, karena para pihak telah mencapai kesepakatan yang mengakhiri persengketaan mereka secara adil dan saling menguntungkan.

Bahkan dalam mediasi yang gagal pun, di mana para pihak belum mencapai kesepakatan, sebenarnya juga telah merasakan manfaatnya. Kesediaan para pihak bertemu di dalam proses mediasi, paling tidak telah mampu mengklarifikasikan akar persengketaan dan mempersempit perselisihan di antara mereka.

Hal ini menunjukkan adanya keinginan para pihak untuk menyelesaikan sengketa, namun mereka belum menemukan format tepat yang dapat disepakati oleh kedua belah pihak.

Model utama penyelesaian sengketa adalah keinginan dan iktikad baik para pihak dalam mengakhiri persengketaan mereka. Keinginan dan iktikad baik ini, kadang-kadang memerlukan bantuan pihak ketiga dalam perwujudannya. Mediasi merupakan salah satu bentuk penyelesaian sengketa yang melibatkan pihak ketiga. Mediasi dapat memberikan sejumlah keuntungan antara lain :

  1. Mediasi diharapkan dapat menyelesaikan sengketa secara cepat dan relatif murah dibandingkan dengan membawa perselisihan tersebut ke pengadilan atau ke lembaga arbitrase.
  2. Mediasi akan memfokuskan perhatian para pihak pada kepentingan merekan secara nyata dan pada kebutuhan emosi atau psikologis mereka, sehingga mediasi bukan hanya tertuju pada hak-hak hukumnya.
  3. Mediasi memberikan kesempatan para pihak untuk berpartisipasi secara langsung dan secara informal dalam menyelesaikan perselisihan mereka.
  4. Mediasi memberikan para pihak kemampuan untuk melakukan kontrol terhadap proses dan hasilnya.
  5. Mediasi dapat mengubah hasil, yang dalam litigasi dan arbitrase sulit diprediksi, dengan suatu kepastian melalui konsensus.
  6. Mediasi memberikan hasil yang tahan uji dan akan mampu menciptakan saling pengertian yang lebih baik di antara para pihak yang bersengketa karena mereka sendiri yang memutuskannya.
  7. Mediasi mampu menghilangkan konflik atau permusuhan yang hampir selalu mengiringi setiap putusan yang bersifat memaksa yang dijatuhkan oleh hakim di pengadilan atau arbiter pada lembaga arbitrase.

Penulis : Qadri

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password